Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT kepolisian telah menangkap ayah tiri dari Alvaro Kiano Nugroho, 6. AI, yang diduga menjadi pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro, disebut telah meninggal dunia karena bunuh diri.
Nenek korban, Sayem, 53, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai ditemukannya Alvaro pada Minggu (23/11) sore. Kapolsek Pesanggrahan AK Seala Syah Alam memberikan informasi bahwa cucunya itu telah meninggal dunia.
"Ibu, tersangka sudah ketemu, Alvaro sudah ketemu, tapi tersangka juga sudah enggak ada, Alvaronya sudah enggak ada," kata dia menirukan informasi dari Seala, Senin (24/11).
Sayem menjelaskan, tersangka penculikan dan pembunuhan cucunya adalah ayah tiri korban. Namun, tersangka juga disebut telah meninggal karena bunuh diri setelah ditangkap aparat kepolisian.
Sayem mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari polisi, tersangka sudah ditangkap sejak Rabu (19/11) malam.
Tersangka disebut sempat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, tersangka dilaporkan meninggal dunia diduga karena bunuh diri pada Sabtu (22/11).
"Ini tersangka ini meninggal katanya bunuh diri," kata Sayem.
Diketahui, selama ini Alvaro tinggal bersama kakek dan neneknya di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Alvaro kemudian dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025.
Setelah lebih dari delapan bulan pencarian, Alvaro dilaporkan telah ditemukan pada Ahad (23/11). Alvaro ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga, pelaku penculikan dan pembunuhan itu adalah ayah tiri korban. (Far/P-3)
Kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho, 6, yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, adalah ayah tiri.
Alvaro dinyatakan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. Kakek korban Tugimin, 71, menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved