Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ramdansyah Paparkan Langkah Perbaikan Usai Pramono Anung Kritik Kekompakan

Budi Ernanto
16/11/2025 22:59
Ramdansyah Paparkan Langkah Perbaikan Usai Pramono Anung Kritik Kekompakan
Ramdansyah (kiri) bersama Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat (kanan).(DOK RAMDANSYAH)

MANTAN Ketua Panwaslu DKI Jakarta 2012 yang kini menjabat Sekretaris PMI Jakarta Utara Ramdansyah merespons positif pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai perlunya kekompakan antarelemen masyarakat di Jakarta Utara di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Sabtu (15/11).

Jakarta Utara memiliki banyak tokoh, komunitas, serta energi sosial yang besar, dan kekuatan tersebut dapat menjadi modal besar apabila diarahkan secara seragam. Ia menekankan perlunya langkah-langkah konkret untuk memperbaiki pola kerja kolektif.

“Kita ini punya banyak tokoh dan energi, tapi semua itu harus disatukan. Kalau masing-masing berjalan sendiri, pembangunan di Jakarta Utara pasti terhambat. Peningkatan komunikasi dan koordinasi antarkelompok menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan wilayah,” ujarnya.

Sebagai solusi, Ramdansyah mengusulkan pembentukan forum dialog wilayah yang diselenggarakan secara rutin dan terbuka. Forum ini melibatkan banyak pemangku kepentingan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelaku usaha, dan pemerintah untuk membahas isu-isu aktual sekaligus mengantisipasi potensi gesekan antarkelompok.

Ia menekankan bahwa banyak persoalan di lapangan sebenarnya muncul dari miskomunikasi, bukan perbedaan substansi.

Ia juga mendorong adanya transparansi informasi publik melalui pengumuman rencana pembangunan, prioritas anggaran, dan lini masa program secara jelas. Menurutnya, keterbukaan akan mendorong warga merasa dilibatkan sejak awal sehingga prasangka antarkelompok dapat berkurang.

“Kalau informasi disampaikan secara terbuka dari awal, warga bisa mengawal dan konflik bisa dicegah,” katanya.

Ramdansyah mengusulkan pembentukan tim penghubung antarkomunitas untuk bertindak sebagai mediator yang dapat bergerak cepat ketika terjadi perbedaan pandangan.

Ia menilai mediasi informal antarpemangku kepentingan jauh lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dari perspektif Kepalangmerahan, Ramdansyah menilai bahwa penguatan jaringan relawan serta latihan kesiapsiagaan bencana yang berbasis masyarakat dapat menjadi sarana mempererat hubungan.

Ia mengatakan bahwa kerja lintas kelompok akan teruji dalam situasi darurat dengan munculnya soliditas warga Jakarta Utara ketika ego masing-masing kelompok diturunkan. “Dalam operasi kemanusiaan, semua latar belakang melebur. Ini model yang bisa diterapkan dalam pembangunan wilayah,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan sosial lintas komunitas, seperti donor darah, edukasi kebencanaan, hingga kerja bakti besar, dapat menjadi ruang interaksi yang memperkuat kepercayaan antartokoh masyarakat. 

Menurutnya, interaksi langsung yang terjadi di kegiatan lapangan menciptakan hubungan yang lebih solid daripada sekadar rapat formal.

“Kegiatan sosial itu mempertemukan tokoh-tokoh berbeda dalam suasana positif. Itu mencairkan sekat-sekat sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyoroti bahwa tantangan utama Jakarta Utara adalah kurangnya kekompakan antarpemangku kepentingan. 

Ia menyebut bahwa Jakarta Utara memiliki banyak kelebihan, namun masih terkendala komunikasi. Pramono juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta Utara cukup baik dan menjadi modal untuk pembangunan berikutnya, termasuk pembaruan kawasan Ancol dan penguatan fasilitas di sekitar Jakarta International Stadium (JIS). Ia berharap koordinasi antarpihak dapat diperkuat agar hambatan-hambatan lama tidak terulang kembali.

“Banyak jagoan di Jakarta Utara ini, tapi karena kurang komunikasi, akhirnya tidak akur. Padahal kalau semua kompak, pembangunan akan jauh lebih mudah,” ujar Pramono. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya