Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membantah bahwa ada praktik kecurangan pemberian pakan satwa di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), di mana sebagian makanan yang seharusnya diberikan kepada hewan dibawa pulang ke rumah oleh petugas.
Dugaan ini dilontarkan warganet di media sosial. Beberapa dari mereka mengaku mendapat cerita tersebut dari petugas Ragunan yang dikenalinya.
Ia mengaku telah mengecek kebenaran atas tudingan tersebut. Berdasarkan laporan yang ia terima, tudingan pencurian pakan satwa untuk dibawa pulang tidak benar.
"Enggak ada, saya sudah cek. Sudah," kata Pramono di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta Pusat, Minggu (16/11).
Ia mewanti-wanti seluruh pegawai yang bekerja di kebun binatang milik Pemprov DKI tersebut untuk tak melakukan pelanggaran seperti yang menjadi dugaan segelintir masyarakat.
"Kalau berani mengambil makanan anak harimau saya, harimaunya tak keluarin nanti," ungkap Pramono sambil berkelakar.
Diketahui, isu ini ramai dibicarakan di media sosial. Salah satunya oleh akun media sosial Threads cinta_satwa_alam yang mengunggah video seekor harimau berjalan mondar-mandir di Ragunan. Sekilas, harimau tersebut tampak kurus.
Akun tersebut menuding bahwa makanan harimau di Ragunan dibawa pulang ke rumah dan hewan karnivora tersebut dibiarkan kelaparan.
“Warga Jakarta dan para petinggi Jakarta tahu enggak dengan kasus harimau yang di Ragunan, makanan mereka dibawa pulang ke rumah. Dan harimau yang di kandang dibiarkan kelaparan,” demikian narasi dalam unggahan itu. (Far/I-1)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pasokan pakan datang setiap hari dan proses pemberian pakan kepada satwa berlangsung normal serta lancar.
"Oleh karena itu pemkot tidak dapat serta-merta menggunakan anggaran daerah untuk hal yang secara regulasi menjadi tanggung jawab pusat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved