Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN Pangan Murah yang berlangsung di halaman kantor Kecamatan Ciputat,Tangsel, Senin (27/10) disambut antusias warga. Beragam kebutuhan pokok dengan harga murah ini diserbu warga setempat. Kegiatan ini kedua kalinya digelar yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Tangsel, Maria Teresa Suhardja bersama Wakil Ketua DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo.
Maria Teresa Suhardja mengutarakan kegiatan ini tidak menggunakan anggaran APBD. Hemat dia, para inisiator menggunakan kocek sendiri guna memenuhi kebutuhan pangan murah untuk masyarakat. “Ini penting dicatat, program gerakan pangan murah ngider ini diinisiasi murni pak Yudi juga saya,” ungkap Maria.
Dikatakan pada kegiatan gerakan pangan murah pertama pada Juli lalu warga menyambut antusias. Sehingga pada event kedua ini beragam pangan dengan kuantitas yang lebih banyak.
Di antaranya beras SPHP sebanyak 1,5 ton, beras premium 2 ton, minyak goreng 600 liter, telur ayam 400 kilogram, gula pasir 300 kilogram, daging ayam 200 kilogram, aneka sayuran dan buah 400 pack dan tepung terigu 300 kilogram.Produk tersebut dijual murah ketimbang harga di pasaran.
Yudi Budi Wibowo menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata merealisalsikan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya bidang kedaulatan pangan. “Gerakan Pangan Murah ini merupakan implementasi Asta Cita pak Prabowo tentang kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat,” tegas Yudi
Hemat dia, kedaulatan dan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo akan berhasil dengan dukungan seluruh masyarakat.
Diantaranya, dengan membangun ketahanan pangan mandiri memanfaatkan lahan yang ada di lingkungan sekitar.(H-2)
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
PemkotĀ tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Sistem pengelolaan sampah belum dirancang untuk menghadapi situasi darurat, padahal kota dengan kepadatan tinggi seperti Tangsel sangat rentan terhadap gangguan layanan dasar.
Penanganan dilakukan setelah warga melaporkan tumpukan sampah yang menggunung hingga mendekati atap bangunan pasar.
Yayang juga menyoroti kondisi TPA Cipeucang yang sudah melampaui kapasitas (overload) telah mengganggu aktivitas warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved