Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN luka pada peristiwa runtuhnya bangunan dua lantai Majelis Ta'lim Asobiyah di Kampung Sukamakmur, RT 05/04, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bertambah.
Sebelumnya korban luka pada peristiwa yang terjadi Minggu (7/9) , sekitar pukul 08.30 WIB, saat warga mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW, dilaporkan ada 30 orang dan korban meninggal 3 (tiga) orang.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor yang diperbaharui pada pukul 14. 34 WIB, korban luka bertambah menjadi 54 orang.
"Update laporan sementara kejadian bangunan runtuh, korban meninggal tiga dan korvan luka 54 orang," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Nugraha melalui laporan tertulis yang dibagikan dalam grup WA BPBD, Minggu, pukul 14.35 WIB.
Berikut data korban luka dan meninggal, serta tempat atau tumah sakit yang menanganinya.
54 orang mengalami luka-luka
1. Mariyah RT. 01/04 Desa Sukaharja
2. Sawitah RT. 03/06 Desa Sukaharja
3. Linda RT. 01/01 Desa Sukaluyu
4. Nyai RT. 02/06 Desa Sukaharja
5. Kokom RT. 01/01 Desa Sukaluyu
6. Yusamliyah RT. 04/04 Desa Sukamakmur
7. Oom RT. 04/04 Desa Sukamakmur
8. Siti Hafsoh RT. 03/04 Desa Sukaharja
9. Ipah Acep RT. 01/01 Desa Sukaluyu
10. Kokoy RT. 01/01 Desa Sukaluyu
11. Karti RT. 01/01 Desa Sukaluyu
12. Napiatun RT. 01/01 Desa Sukaluyu
13. Siti Masitoh RT. 05/04 Desa Sukamakmur
14. Ulpah RT. 05/04 Desa Sukamakmur
15. Parwati RT. 05/04 Desa Sukamakmur
16. Eva RT. 03/01 Desa Sukaluyu
17. Dedeh RT. 01/01 Desa Sukaluyu
18. Ratu RT. 05/04 Desa Sukamakmur
19. Hardaningsih RT. 01/01 Desa Sukaluyu
20. Kulsum RT. 05/04 Desa Sukamakmur
21. Alpiyah RT. 01/01 Desa Sukaluyu
22. Titin - Desa Pagelaran
23. Alisia RT. 05/04 Desa Sukamakmur
1. Euis
2. Ainan
3. Ratih
4. Nisa
5. Nyai
1. Nurhayati RT. 01/01 Desa Sukaluyu
2. Amel - Desa Sukajadi
3. Herna - Desa Sukajadi
4. Aah Wasiah
5. Hikmah
6. Nyai
7. Maryah RT. 01/01 Desa Sukaluyu
8. Nunung
9. Masaimah
10. Iin
11. Naura
12. Miah
13. Lina
14. Mimin
15. Nurlena
16. Ika
1. Iyom RT. 04/04 Desa Sukaharja
2. Sari RT. 04/04 Desa Sukaharja
1. Nurjanah RT. 01/01 Desa Sukaluyu
1. Naila
1. Ika RT. 02/01 Sukaluyu
2. Munaroh - Desa Sukamaju
1. Ajeng Kp. Ciapus Kompas
2. Novi Kp. Ciapus Kompas
3. Hai Kp. Ciapus Kompas
4. Diah Kp. Ciapus Kompas
5. Raihana RT. 01/01 Desa Ciapus
6. Muniroh RT. 03/06 Desa Sukaharja
1. Irni Susanti Kp. Ciapus RT. 05/04 Desa Sukamakmur (RS Medika Dramaga)
2. Wulan (RS PMI)
3. Nurhayati (RS PMI)
Adapun langkah-langkah yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC ) BPBD Kabu0aten Bogor yakni berkoordinasi dengan aparatur setempat, melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, melakukan kaji cepat, melakukan analisa di TKM, memberikan edukasi jebencanaan dan hmbauan dan evakuasi.
"Untuk saat ini korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat dan tim sedang melakukan pembersihan material bangunan runtuh tersebut,"katanya.
Selain dari TRC BPBD Kabupaten Bogor, tim lain yang ikut terlibat diantaranya dari damkar Kabupaten Bogor, staff Desa Sukamakmur dan relawan. (H-2)
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
IBIS Styles Bogor Pajajaran resmi meraih sertifikasi Green Key, pengakuan internasional bagi hotel yang menerapkan praktik operasional berkelanjutan dan bertanggung jawab.
ARUS lalu lintas kendaraan dari Cianjur ke arah Puncak akan ditutup mulai pukul 18.00 WIB, Rabu (31/12). Pemberlakuannya untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan pada malam tahun baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved