Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Tutup Turnamen Badminton, Rano Karno Minta PBSI DKI Perkuat Pembinaan
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, menutup turnamen bulu tangkis WONDR by BNI Sirkuit Nasional A DKI Jakarta 2025 di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (31/5).
Acara ini merupakan rangkaian dari kejuaraan Sirkuit Nasional yang menjadi bagian dari kalender nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2025.
Selain sebagai ajang kompetisi, menurut dia, kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang pembelajaran, pengembangan karakter, serta untuk mempererat semangat sportivitas antargenerasi muda.
“Kita sebagai pemerintah daerah tentu harus mendukung kegiatan positif seperti ini. Kiranya sinergi dan komitmen yang telah terjalin dapat terus berlanjut guna mendukung pengembangan olahraga bulu tangkis di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta,” ujarnya.
Ia menilai peran pengurus PBSI DKI Jakarta harus terus diperkuat agar pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis dapat berjalan secara berkelanjutan.
Harapannya, ajang ini dapat mencetak atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Jakarta tidak hanya sebagai ibu kota, tetapi juga barometer prestasi olahraga nasional, termasuk bulu tangkis. Lewat kejuaraan seperti ini, lahir bibit-bibit unggul dari Jakarta dan berbagai daerah lainnya,” kata Wagub Rano.
WONDR by BNI 2025 diikuti oleh 1.218 peserta yang berasal dari 270 klub bulu tangkis di seluruh Indonesia dan berlangsung pada 26–31 Mei 2025. Terdapat 15 kelompok usia yang dipertandingkan, mulai dari remaja (U-17), taruna (U-19), hingga dewasa (di atas 18 tahun).
“Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Jadikan kemenangan ini sebagai awal dari perjalanan untuk terus berjuang, belajar, dan bertumbuh,” pungkasnya. (Far/P-3)
Keputusan ini diambilPBSIĀ lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Selama durasi 25 detik tersebut, pemain diperbolehkan melakukan aktivitas mandiri seperti mengelap keringat, minum, hingga mengikat tali sepatu tanpa perlu meminta izin wasit.
Laga ini menjadi momen penting bagi Raymond/Joaquin yang menjalani debut mereka di turnamen level Super 1000.
Sejumlah bidang menyampaikan paparan laporan, antara lain Bidang Pembinaan Prestasi, Turnamen, Prestasi Daerah, Teknologi Informasi dan Riset Pengembangan.
Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa, Jafar/Felisha kalah dua gim langsung 12-21, 17-21 dalam waktu 39 menit.
Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved