Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
POLRES Metro Depok mengungkap praktik penjualan obat keras ilegal jenis tramadol, calmlet, merlopam, hexymer, dan trihexyphenidyl. Polisi menahan sejumlah tersangka saat menjual obat keras itu di berbagai toko kelontong di Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kemirimuka, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Pangkalan Jati, Kelurahan Bedahan, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.
Kepala Polres Metro Depok Komisaris Besar Abdul Waras, membeber, sejumlah tersangka diamankan oleh pihak kepolisian lantaran kedapatan menyimpan dan menjual obat-obatan daftar G.
Polisi menyita ratusan butir obat tipe G merek Tramadol, calmlet, merlopam, hexymer, dan trihexyphenidyl. "Ini perkara diungkap polisi pada Januari, Februari, Maret, dan April 2025," kata Abdul Waras, Kamis (17/4).
Abdul Waras menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat kepada Pengurus Rukun Tetangga (RT) yang diteruskan kepada Babinkamtibmas, Banbinsa, Lurah, dan Camat.
Masyarakat, menurut Abdul Waras mencurigai adanya aktivitas penjualan obat ilegal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di berbagai toko kelontong. Berdasarkan laporan tersebut, tim unit narkoba Polres Metro Depok berkoordinasi dengan pihak terkait dan menggerebek toko-toko kelontong yang tersebar di Kota Depok.
Adapun lokasi penggerebekan meliputi Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kemirimuka, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Pangkalan Jati, Kelurahan Bedahan, dan Kelurahan Duren Seribu.
"Setelah melakukan penggeledahan, kami menemukan beberapa laki-laki di dalam toko. Setelah dilakukan penggeledahan, kami menemukan obat-obatan tipe G yang dijual secara bebas tanpa resep dokter," ujar Abdul Waras.
Dalam pengakuannya, para pelaku menjelaskan bahwa sudah lama menjual obat-obatan tersebut untuk mendapatkan keuntungan. "Mereka sudah lama menjual obat-obatan ini demi mendapatkan keuntungan," tambahnya.
Abdul Waras menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. "Kami akan menelusuri mata rantai distribusi obat pereda nyeri tersebut. Selain itu, kami juga meminta peran masyarakat agar melaporkan bila ditemukan praktik penjualan tramadol atau obat-obatan keras sejenis kepada polisi," terangnya
Atas perbuatannya, pelaku guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya dikenakan Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (1) dan (2) UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan jo Pasal 60 ayat (1) huruf b jo Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. (H-3)
Hasil uji laboratorium menunjukkan produk-produk tersebut tidak memenuhi standar keamanan Badan POM dan mengandung zat berbahaya seperti sildenafil sitrat dan natrium diklofenak.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas mencurigakan di toko kosmetik tersebut.
Badan POM menemukan 347 ribu peredaran obat dan makanan tak layak edar di e-commerce selama 2023.
BALAI Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam berhasil melakukan penindakan terhadap ribuan jenis makanan dan obat dari beberapa distributor dan toko di Batam.
Lebih dari 100.000 orang meninggal akibat kematian akibat overdosis obat di AS pada tahun 2022.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Indra Tarigan, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, terdapat indikasi penggunaan air tanah untuk kebutuhan produksi.
Akibat peristiwa tersebut, dua remaja berinisial AR dan RM mengalami luka tembak serius dan kini tengah mendapatkan perawatan medis.
Cimanggis makin bersinar sebagai destinasi hunian favorit berkat pesatnya perkembangan infrastruktur dan lokasi strategis yang terhubung langsung ke berbagai kota di Jabodetabek.
BANJIR menerjang permukiman warga di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok,Jawa Barat, tepatnya di Perumahan Griya Alif.
Total kasus HIV/AIDS di Kota Depok lima bulan terakhir (Januari-Mei) 2025 sebanyak 171 kasus, menurun dibanding tahun lalu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved