Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA unit mobil polisi mengalami kerusakan usai menjadi sasaran massa aksi yang menolak disahkannya RUU TNI di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mobil polisi tersebut pun juga dicoreti dengan tulisan 'Tolak RUU TNI' oleh massa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, perusakan tersebut terjadi pada Selasa (25/3) sore. Mulanya massa melakukan aksi penolakan tentang RUU TNI.
"Pelaku dkk melakukan aksi demonstrasi perihal menolak RUU TNI yang diadakan di depan Tol Bekasi Barat. Namun pelaku dkk telah melakukan aksi perusakan terhadap dua kendaraan mobil dinas milik Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota," kata Ade Ary, Rabu (26/3).
Selain itu, massa juga melakukan pencoretan terhadap mobil polisi tersebut dengan tulisan penolakan pengesahan RUU TNI.
"Daihatsu Luxury nomor dinas polisi 11079-35 yang terparkir di area parkir Posyan Mega Bekasi Hypermall, mengalami kerusakan retak dan pecah pada bagian depan serta dicoret bagian sekeliling bodi mobil menggunakan pylox cat warna merah dengan tulisan 'Tolak RUU TNI'," ujarnya.
"Sedangkan terhadap mobil Daihatsu Gran Max nomor polisi 11061-35 yang parkir samping posyan mengalami kerusakan akibat dicoret-coret menggunakan Pylox merah pada bagian bodi mobil bagian atas sebelah kiri dengan tulisan 'TNI A****G' dan mencoret bodi di atas kaca pengemudi bagian depan," imbuhnya.
Saat ini kasus perusakan tersebut ditangani Polres Metro Bekasi Kota. Polisi masih menyelidiki terduga pelaku.
"Pelaku dalam penyelidikan," tuturnya. (Fik/I-1)
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved