Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuka bursa kerja (job fair) setiap bulan di setiap kecamatan pada 2025 untuk menekan angka pengangguran di daerah ini.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam acara Jakarta Job Fair "Bersama Jakarta Timur, Bersinar Karirmu" gelombang pertama di Tamini Square, Jakarta Timur, hari ini, menyebut, saat kampanye dulu dirinya bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung menjanjikan akan mengadakan bursa kerja tiga bulan sekali di tiap kantor kecamatan.
"Job fair ini akan kami ciptakan. Ini janji Gubernur dan Wakil Gubernur, kita akan melakukan job fair per tiga bulan sekali. Tapi ternyata, kepala dinas (Disnakertrans) ini sanggup melakukan per bulan sekali," kata Rano
Rano menyebut, dengan mengadakan job fair di tingkat kecamatan ini, pihaknya berharap akan banyak warga yang dapat mengakses peluang kerja tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang tinggi.
"Selama ini job fair itu selalu dilakukan enam bulan sekali. Tempatnya di kota, jauh, biasa di Smesco Indonesia (Jakarta Selatan), untuk ke sana saja sudah memerlukan biaya yang besar. Saya ingin potong, makanya 'tagline' kita 'enggak mau ribet'. Kita bikin job fair di kecamatan-kecamatan, karena wilayah industri ada di sekitar itu," jelas Rano.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho memaparkan, pihaknya membuka job fair pertama 2025 di Tamini Square, Makasar, Jakarta Timur selama dua hari mulai Rabu ini hingga Kamis (27/2) pukul 10.00-16.00 WIB menyasar warga Kecamatan Makasar, Cipayung, Ciracas dan Pasar Rebo.
Lalu, 5-6 Maret akan digelar di Pluit Village Mal Penjaringan, Jakarta Utara. Kemudian pada 12-13 Maret di Thamrin City Jakarta Pusat untuk warga Kecamatan Tanah Abang, Menteng dan Senen.
Tanggal 18-19 Maret di Mal Seasons City untuk warga Kecamatan Tambora, Taman Sari, Grogol, Petamburan dan Palmerah.
"Jadi, pada Maret, ada tiga job fair. Kemudian untuk April, tanggal 15-16 April itu di Universitas Trisakti. Ini kita pendekatannya tidak hanya masyarakat SMK tapi perguruan tinggi juga. Jadi, supaya teman-teman kampus yang baru lulus, bisa langsung pendekatan untuk bisa langsung mencari pekerjaan," jelas Hari.
Kemudian, pada 7-8 Mei job fair kembali digelar di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat untuk warga Kecamatan Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru.
Pada 15-16 Mei job fair digelar di Kepulauan Seribu, 27-28 Mei di Pusat Grosir Cililitan (PGC) untuk warga Kecamatan Jatinegara, Duren Sawit dan Kramat Jati.
Kemudian 3-4 Juni di Mal Taman Palem meliputi Kecamatan Kalideres, Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kembangan, dan Kebon Jeruk. Pada 18-19 Juni ada di Sunter Food Centrum untuk warga Kecamatan Tanjung Priok dan Pademangan.
"Di Juli, ada dua kali, di Aeon Mal tanggal 16-17 Juli, meliputi kecamatan Jagakarsa, Pasar Minggu, Pancoran. Di Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, kita langsung ke sekolah di Jakarta Selatan tanggal 21-25 Juli," ujar Hari.
Lalu 6-7 Agustus job fair ada di Pulogadung Trade Center (PTC) untuk warga Kecamatan Pulogadung, Cakung, dan Matraman. Terakhir puncaknya diadakan di Kemayoran di JI-Expo sekitar 18 Agustus dengan mengundang ratusan perusahaan dan lebih dari 5.000 lowongan kerja.
"Tentunya ini menjadikan DKI sendiri yang kemarin sempat masuk PHK terbesar kemudian pengangguran banyak, kemudian nanti akan kami reduksi sehingga ke depan Jakarta menjadi kota global," ucap Hari.
Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, mencatat persentase tingkat pengangguran di Jakarta sebesar 6,21 persen atau menempati posisi keenam secara nasional.
Tingkat pengangguran di Jakarta masih di bawah Jawa Barat yakni 6,75 persen, Banten 6,68 persen, Papua Barat Daya 6,48 persen, Papua 6,48 persen dan Kepulauan Riau 6,39 persen.(Ant/P-1)
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved