Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memprediksi penurunan kualitas udara tahun ini tidak akan separah 2023. Hal itu disebabkan karena tahun ini intensitas el nino sudah mulai melemah dan berganti menjadi la nina.
“Pada tahun 2023 itu el nino-nya cukup ekstrem, sehingga curah hujan sangat berkurang di Jakarta. Dan kalau kita lihat dulu di bulan Juni itu sudah jarang sekali ada hujan di Jakarta. Dan kita masih melihat di beberapa hari yang lalu hujan turun di Jakarta, dan itu semuanya menjadi hijau, biru dan ada beberapa tempat menjadi hijau, udaranya menjadi sehat dan bersih dengan adanya hujan,” kata Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sigit Reliantoro dalam acara konferensi pers Penanganan Polusi Jabodetabek di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).
Sigit menuturkan, sebenarnya pola perburukan kualitas udara pada Juni, Juli dan Agustus sudah menjadi pola tahunan sejak 1998. Namun, seiring perkembangan zaman, kondisinya berubah karena adanya fenomena iklim hingga berbagai faktor lainnya seperti industri dan transportasi.
Baca juga : KLHK Klaim Kualitas Udara Jakarta Alami Perbaikan
Adapun, saat ini KLHK terus memonitor kualitas udara di wilayah Jabodetabek melalui alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System-AQMS) yang tersebar di 15 titik. Hasil pemantauan kualitas udara tersebut menjadi alat pengambil keputusan termasuk untuk mendukung upaya penegakan hukum.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap perusahaan yang memiliki potensi menjadi penyebab pencemar udara. Dalam catatan KLHK, ada sebanyak 987 industri menengah dan besar yang memiliki akun untuk pelaporan dalam program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (Proper). Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 573 perusahaan yang telah dibina dan diawasi melalui mekanisme proper.
“Sebagian sudah dipanggil yang kita lihat mempunyai risiko tinggi dalam penggunaan energinya menggunakan bahan bakar fosil yang sudah diminta untuk perhatiannya untuk menjaga kinerja perusahaannya sehingga bisa memenuhi baku mutu,” kata Sigit.
Pihaknya pun telah memiliki list perusahaan yang berpotensi tidak taat dalam memenuhi peraturan baku mutu di wilayah Jabodetabek untuk ditindaklanjuti. “Listnya sudah ada dan sudah kita share dengan teman-teman dinas lingkungan hidup di Jabodetabek untuk bersama melakukan pembinaan dan pengawasan bagi industri yang ada di wilayah masing-masing,” pungkas Sigit.
(Z-9)
Adapun rinciannya antara lain, lalu lintas di Gerbang Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 685.453 kendaraan atau naik 3,25% dibandingkan tahun lalu.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
Prakiraan cuaca Jakarta dan sekitarnya Senin 23 Februari 2026 berpotensi berawan hingga hujan siang hari. Cek suhu, kelembapan, dan tips aktivitas.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Peluncuran rumah contoh tipe Alder di Kota Modern Tangerang menarik ratusan pengunjung. Hunian dua lantai ini ditawarkan dengan cicilan mulai Rp6 juta.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved