Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta diminta untuk mengawasi pengelolaan dan mengevaluasi ruang terbuka hijau (RTH) Tubagus Angke Jakarta Barat, yang beberapa waktu lalu ditemukan kondom bekas.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menjelaskan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono harus menegur tegas para walikota hingga lurah, khususnya yang membawahi lokasi RTH tersebut.
"Harus tegas dan segera menegur, karena selama ini tidak dilakukan dengan baik dan benar," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (2/5).
Baca juga : Rumah Kumuh di Johar Baru bakal Diganti dengan Rusun 4 Lantai
Bukan hanya itu, Heru Budi juga diminta bertindak tegas untuk menertibkan praktek-praktek negatif di RTH yang ada di Jakarta. Selain itu, penataan harus dilakukan dengan menutup sementara dan penataan ulang revitalisasi desain RTH agar lebih terbuka.
Bukan hanya itu, perlu ada kamera pengawas (cctv) dan penerangan yang memadai serta pengamanan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta.
"Pj Gubernur harus bertindak tegas, sehingga tidak ada lagi kegiatan negatif termasuk tindakan kriminal maupun prostitusi," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Grogol Petamburan digemparkan dengan banyaknya penemuan alat kontrasepsi atau kondom di ruang terbuka hijau (RTH) pinggir aliran Kali Sekretaris, Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Diduga kondom tersebut berserakan, lantaran RTH tersebut digunakan sebagai tempat prostitusi liar. (Far/Z-7)
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
Jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.
Pemprov DKI akan menambah penyediaan maupun penataan taman-taman kecil di berbagai wilayah, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga Jakarta Selatan.
Keberadaan RTH bisa mengurangi polusi udara. Di samping itu, pemenuhan RTH di Jakarta juga menjadi kewajiban bagi para pengembang properti.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
"Kalau taman kita sudah terawat dengan bagus, pengunjung akan lebih banyak lagi yang ke taman kita ini. Melihat kerapian, keindahan, oksigennya pun bisa kita nikmati,"
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved