Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK keluarga di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), terpaksa mengonsumsi singkong akibat mahalnya harga beras. Keluarga yang mengonsumsi singkong salah satunya keluarga Muhidin, 64.
"Keluarga saya telah kembali ke zaman dulu makan singkong akibat harga beras sangat mencekik leher," kata Muhidin," Rabu (28/2/2024). Muhidin mengaku tidak punya pekerjaan tetap menjadikan keluarga ini hidup di bawah garis kemiskinan.
"Pekerjaan saya cuma kuli serabutan seperti kocok semen kalau ada warga bangun rumah sehingga kadang tidak kasih uang ke istri," katanya. Mahalnya harga beras dirasa sangat memberatkan pasangan suami istri Muhidin dan Siti Komsiah, 60.
Baca juga : Dua Pekan Jelang Ramadan, Harga Beras di Cianjur belum Turun
Keluarga itu ialah potret keluarga miskin yang tinggal di rumah sempit di bantaran kali RT 002 RW 07 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Bagi keluarga Muhidin, kenaikan harga beras Rp1.000 saja dirasa sangat berat. Akibatnya, keluarga ini tidak mampu membeli beras tiap hari.
Untuk menyiasati mahalnya harga beras tersebut, keluarga Muhidin beralih mengonsumsi singkong atau ubi sebagai makanan pokok pengganti beras. Muhidin mempercayakan istrinya guna mengolah singkong jadi makanan pokok.
Jika dirasa singkong membuat bosan dikonsumsi, Siti Komsiah kadang mengolah jagung atau umbi-umbian lain untuk dijadikan menu utama keluarganya. Proses singkong sebagai pengganti nasi diolah Siti Komsiah dengan sederhana. Pembelian singkong di pasar tak jauh dari rumahnya.
Baca juga : Harga Beras di Depok Terus Naik, Pedagang dan Konsumen Menjerit
Kemudian singkong dibersihkan lalu dikukus di atas tungku yang apinya dari kayu bakar. "Setelah matang, singkong dimakan bersama-sama tanpa lauk pauk tambahan lain," ucap Muhidin.
Rasa singkong rebus, sambung Muhidin, tentu tidak senikmat nasi. Namun, bagi keluarga ini rasa enak tidak lagi dipikirkan yang penting mereka bisa bertahan hidup. "Bagi kami terpenting perut terisi. Meski hidup di garis kemiskinan, kami tidak sampai mengemis," tutur dia.
Ketua RT 002 RW 07 Kelurahan Cisalak, Entjep Suherman, mengaku banyak warga yang menjerit karena mahalnya harga beras dan komoditas lain. "Banyak warga saya minta tolong agar wakil rakyat (DPRD) mendesak Wali Kota Depok Muhammad Idris menurunkan harga beras yang kian melangit," kata Entjep.
Kenaikan harga beras ini dirasakan sangat memukul masyarakat Kota Depok, khususnya warga RT 002 RW 07 Kelurahan Cisalak. Menurut Entjep, sekarang beras termurah dengan ukuran 1 kilogram di pasar seharga Rp15 ribu dan diecer di kampung-kampung Rp17 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga beras paling murah kualitas medium dengan ukuran 1 kilogram senilai Rp10 ribu. Meski mengalami kenaikan, masyarakat tetap membeli karena beras termasuk kebutuhan pokok. (Z-2)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Selain menangkap tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik uang palsu
Disnaker Kota Depok membuka Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk memastikan hak pekerja terpenuhi selama Lebaran 2026.
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved