Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI memenuhi pelayanan yang terbaik atas kebutuhan air bersih buat konsumen Jakarta, Perumda PAM Jaya menghadapi tugas yang cukup berat. Hal itu membutuhkan keuletan dan disiplin tinggi. Tapi, meski pekerjaanya berat dan tidak mudah Perumda PAM Jaya terus maju pantang mundur.
Khususnya terkait hal pencapaian target dan sekaligus guna memenuhi program layanan 100% air bersih.
Karenanya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda PAM Jaya tidak ingin sendirian. Sebagai BUMD yang langsung dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Perumda PAM Jaya juga menyampaikan harapan dan keinginannya akan terus bersinergi dengan media.
Baca juga: Pembangunan IPA Pesanggrahan Dimulai, Targetkan Aliri Air ke 10 Kelurahan
Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Arief Nasrudin saat hadir di acara Media Gathering 2023 bersama puluhan wartawan Unit Balai Kota DKI Jakarta, yang tergabung dalam Balkoters di Pulau Dewata, Bali, Jumat (24/11) -Minggu (26/11).
Menurut Arief, pihaknya sangat berharap kesadaran masyarakat dan seluruh stakeholder atas dampak yang timbul dari semua kegiatan PAM Jaya terhadap konsumen di lapangan.
“Tentu, dalam hal ini, tugas PAM Jaya sangat tidak mudah. Apalagi kita ini merupakan tangan kiri, kita adalah BUMD yang langsung dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Makanya demi memenuhi harapan yang sudah ditargetkan, kita akan terus menerus melakukan sinergi dengan teman-teman media. Karena memang ada yang harus dikejar yakni aksesbilitas masalah layanan air bersih,” jelas Arief.
Baca juga: Sejumlah Program PAM Jaya Tingkatkan Layanan Diapresiasi
Arief menambahkan, mulai 2024 nanti, PAM Jaya mulai melakukan akselerasi terkait target cakupan layanan 100% air bersih di Jakarta yaitu melalui berbagai pekerjaan besar.
Antara lain dengan menambah produksi air bersih dan pemasangan jaringan perpipaan. Hal itupun bukan tidak mungkin bakal terjadi berbagai gangguan sarana umum, karena akan banyaknya galian lubang pipa serta kemacetan di sana-sini, lanjut Arief.
“Tentunya, kami mohon maaf jika selama kegiatan tersebut, bakal terjadi chaos yang tidak bisa dihindarkan. Sebab, mulai tahun baru 2024 mendatang, kami secara bertahap menambah jaringan pipa untuk satu juta pelanggan baru yang selama ini belum tersentuh layanan PAM Jaya,” jelas Arief menguraikan programnya panjang lebar.
Arief menyebutkan, pihaknya juga siap melakukan koordinasi dengan SKPD terkait, Dirlantas Polri, dan lain-lain agar meminimalisir dampak kemacetan dan kesemrawutan di lokasi-lokasi pembangunan jaringan pipa air bersih itu.
Terlebih lagi saat pemasangan pipa air bersih yang dibangun itu adalah jaringan baru menjangkau wilayah yang selama ini belum terkoneksi jaringan pipa.
Namun demikian, ada juga yang merevitalisasi jaringan lama yang sudah puluhan tahun umurnya. Bahkan pembangunan jaringan pipa baru itu juga bagian dari upaya menekan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW).
“Malah, sampai akhir 2023, NRW kita masih 46%. Karena itulah, kami berusaha untuk menekan NRW hingga 30% saja pada 2030 nanti,” harap Arief.
Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan menambahkan percepatan target 100% layanan air bersih di Jakarta bakal terus dilakukan. Meski untuk mewujudkan percepatan target tersebut, jelas menjadi PR (pekerjaan rumah) yang sangat berat.
Tentu saja tidak bisa dikerjakan sendiri PAM Jaya, perlu dan harus didukung Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, DPRD serta seluruh pihak terkait.
“Yang jelas, bukan hanya mewujudkan 100% layanan air bersih. Tetapi, kami juga punya komitmen untuk memberikan kualitas layanan air bersih yaitu sesuai Permenkes No: 492 tahun 2014,” ungkap Syahrul.
Sementara M Arkan Hamzah, selaku Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, ikut menambahkan, kinerja Direksi dan seluruh karyawan PAM Jaya di bawah pimpinan Dirut Arief Nasrudin sudah memiliki kinerja yang baik. Namun untuk PR atau tantangan ke depannya, tentu saja tambah berat belum bisa dianggap ringan. (Z-1)
Sebagai BUMD strategis, Sarana Jaya saat ini mengembangkan empat lini bisnis utama yang saling terintegrasi untuk mendorong pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan.
Bank DKI dan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja telah sepakat untuk bekerja sama dalam memaksimalkan pemanfaatan layanan perbankan.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), perusahaan umum daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya bekerjasama dengan Universitas Brawijaya
PERUMDA Dharma Jaya mendukung pengentasan kemiskinan di Jakarta melalui berbagai program sosial yang telah dijalankan sepanjang tahun 2024.
SEBANYAK 40 ribu pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Sukapura terdampak setelah semua kran milik warga mati total.
Kebocoran pipa PDAM di Wilayah Bandung Utara disebabkan oleh adanya pengeboran untuk infrastruktur sebuah hotel
WAKIL Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno meresmikan penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM Jaya, pada Kamis (15/1).
DIREKTUR Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan pentingnya penguatan publikasi kerja-kerja penyediaan air bersih di Jakarta.
PERUMDA Air Minum Jaya (PAM Jaya) menyalurkan bantuan air bersih bagi korban bencana di Sumatra bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-103, Selasa (23/12).
Mengangkat tema Explore the City, Own Your Flow, Jekate Running Series 2025 dirancang untuk menghadirkan pengalaman lari yang inklusif.
PAM Jaya Jekate Running Series 2025 dirancang untuk membawa masyarakat menjelajahi Jakarta dengan cara yang menyenangkan, sehat, dan penuh makna.
Satu keluarga bisa menghabiskan hingga Rp1 juta per bulan hanya untuk kebutuhan air. Kondisi itu menjadi beban berat, terutama bagi nelayan yang bergantung pada pendapatan harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved