Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Heru Budi Tegaskan Dirinya Maksimal Urus Jakarta

Putri Anisa Yuliani
15/10/2023 15:01
Heru Budi Tegaskan Dirinya Maksimal Urus Jakarta
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (tengah).(ANTARA/DARRYL RAMADHAN )

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan dirinya sudah bekerja semaksimal mungkin selama menjadi orang nomor satu di Jakarta. Ia berfokus pada tiga pekerjaan rumah yang diamanatkan Presiden Joko Widodo saat Heru dilantik oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai penjabat gubernur, yakni menyelesaikan masalah banjir, kemacetan, dan tata ruang.

Namun menurut dia, permasalahan di Jakarta tidak hanya bisa selesai jika Jakarta bertindak sendiri. Jakarta memerlukan bantuan pemerintah pusat untuk menangani tiga permasalahan tersebut. Hal itu ia sampaikan saat ditanya awak media terkait kritik Fraksi NasDem tentang kinerja Heru selama 1 tahun menjadi Pj Gubernur DKI.

"Kalau macet ya namanya pertumbuhan kendaraan lebih banyak ya. Kalau penyelesaian macet kan tidak bisa pemerintah provinsi DKI Jakarta saja. Pemerintah pusat sudah berbuat, pemda sudah berbuat ya bersama masyarakat," ujarnya di Jakarta, Minggu (15/10).

Ia pun tidak tersinggung dengan berbagai kritik yang ditujukan kepada dirinya. Ia menganggap kritik adalah salah satu elemen yang membantunya membangun Jakarta.

Baca juga: Tilang Uji Emisi Kurang Efektif, Heru Budi Akan Cari Kebijakan Lebih Baik

Di sisi lain, ia mengapresiasi kepada para legislator yang setia mengawasi jalannya program yang diimplementasikan oleh Pemprov DKI.

"Kalau ada orang yang mengkritik berarti memperhatikan saya, berarti membantu saya untuk membangun Jakarta," tuturnya.

Masa jabatan Heru sebagai Pj Gubernur DKI akan berakhir pada Senin (16/10). Namun, belum ada keputusan dari Kementerian Dalam Negeri terkait jabatan Pj Gubernur DKI.

Heru pun menegaskan, pihaknya akan menerima keputusan yang dibuat oleh Kemendagri. "Ya kalau diperpanjang ya silahkan. Kita jalankan tanggung jawab itu. Ya kalau nggak ya kembali sebagai kepala Sekretariat Presiden kan," imbuhnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta memiliki sejumlah catatan terkait kinerja Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta selama satu tahun belakangan. Kinerja Heru di Jakarta dinilai hanya sebatas formalitas dan seremoni belaka.

"Fraksi NasDem DKI menilai kinerja heru hanyalah sebatas seremoni saja dan ternyata beliau terlihat sangat gugup memimpin Jakarta," kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Jumat (13/10).

Baca juga: Setahun Heru Budi Jabat PJ Gubernur DKI, PDIP : Lemah di Komunikasi Publik

Kegugupan Heru terlihat saat menangani kasus polusi udara. Beberapa tanggapan tidak pantas sempat keluar dari bibir Heru. Hal ini pun hanya membuat masyarakat gelisah dan tidak yakin polusi udara di Ibukota bisa dikendalikan.

Selain itu, anggota Komisi C DPRD DKI itu memandang Heru Budi juga tidak mampu menyelesaikan kemacetan di Jakarta. Justru, dia menyebut kemacetan di Ibu Kota semakin tak terkendali di masa kepemimpinan mantan wali kota Jakarta Utara itu.

Wibi juga menyoroti nasib warga Kampung Bayam kala Heru Budi menjabat. Heru gagal menjembatani warga eks gusuran Jakarta Internasional Stadium (JIS) itu menghuni Kampung Susun Bayam (KSB).

"Warga Kampung Bayam sampai dengan saat ini, hak mereka untuk menempati hunian rusun tidak diberikan, dibiarkan terlantar," ujarnya. (Z-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya