Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan dirinya sudah bekerja semaksimal mungkin selama menjadi orang nomor satu di Jakarta. Ia berfokus pada tiga pekerjaan rumah yang diamanatkan Presiden Joko Widodo saat Heru dilantik oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai penjabat gubernur, yakni menyelesaikan masalah banjir, kemacetan, dan tata ruang.
Namun menurut dia, permasalahan di Jakarta tidak hanya bisa selesai jika Jakarta bertindak sendiri. Jakarta memerlukan bantuan pemerintah pusat untuk menangani tiga permasalahan tersebut. Hal itu ia sampaikan saat ditanya awak media terkait kritik Fraksi NasDem tentang kinerja Heru selama 1 tahun menjadi Pj Gubernur DKI.
"Kalau macet ya namanya pertumbuhan kendaraan lebih banyak ya. Kalau penyelesaian macet kan tidak bisa pemerintah provinsi DKI Jakarta saja. Pemerintah pusat sudah berbuat, pemda sudah berbuat ya bersama masyarakat," ujarnya di Jakarta, Minggu (15/10).
Ia pun tidak tersinggung dengan berbagai kritik yang ditujukan kepada dirinya. Ia menganggap kritik adalah salah satu elemen yang membantunya membangun Jakarta.
Baca juga: Tilang Uji Emisi Kurang Efektif, Heru Budi Akan Cari Kebijakan Lebih Baik
Di sisi lain, ia mengapresiasi kepada para legislator yang setia mengawasi jalannya program yang diimplementasikan oleh Pemprov DKI.
"Kalau ada orang yang mengkritik berarti memperhatikan saya, berarti membantu saya untuk membangun Jakarta," tuturnya.
Masa jabatan Heru sebagai Pj Gubernur DKI akan berakhir pada Senin (16/10). Namun, belum ada keputusan dari Kementerian Dalam Negeri terkait jabatan Pj Gubernur DKI.
Heru pun menegaskan, pihaknya akan menerima keputusan yang dibuat oleh Kemendagri. "Ya kalau diperpanjang ya silahkan. Kita jalankan tanggung jawab itu. Ya kalau nggak ya kembali sebagai kepala Sekretariat Presiden kan," imbuhnya.
Sebelumnya, Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta memiliki sejumlah catatan terkait kinerja Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta selama satu tahun belakangan. Kinerja Heru di Jakarta dinilai hanya sebatas formalitas dan seremoni belaka.
"Fraksi NasDem DKI menilai kinerja heru hanyalah sebatas seremoni saja dan ternyata beliau terlihat sangat gugup memimpin Jakarta," kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Jumat (13/10).
Baca juga: Setahun Heru Budi Jabat PJ Gubernur DKI, PDIP : Lemah di Komunikasi Publik
Kegugupan Heru terlihat saat menangani kasus polusi udara. Beberapa tanggapan tidak pantas sempat keluar dari bibir Heru. Hal ini pun hanya membuat masyarakat gelisah dan tidak yakin polusi udara di Ibukota bisa dikendalikan.
Selain itu, anggota Komisi C DPRD DKI itu memandang Heru Budi juga tidak mampu menyelesaikan kemacetan di Jakarta. Justru, dia menyebut kemacetan di Ibu Kota semakin tak terkendali di masa kepemimpinan mantan wali kota Jakarta Utara itu.
Wibi juga menyoroti nasib warga Kampung Bayam kala Heru Budi menjabat. Heru gagal menjembatani warga eks gusuran Jakarta Internasional Stadium (JIS) itu menghuni Kampung Susun Bayam (KSB).
"Warga Kampung Bayam sampai dengan saat ini, hak mereka untuk menempati hunian rusun tidak diberikan, dibiarkan terlantar," ujarnya. (Z-6)
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan pelantikan tersebut dilaksanakan pukul 08.00 WIB di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta.
Mendagri Tito Karnavian melantik Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta
Presiden Jokowi telah memberhentikan Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta dan digantikan Teguh Setyabudi.
Presiden Joko Widodo memberhentikan dengan hormat Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dan mengangkat Teguh Setyabudi sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.
Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai presiden dan wakil presiden pada Minggu (20/10) mendatang akan dihadiri oleh perwakilan negara-negara sahabat.
PENJABAT (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menanggapi terkait masa jabatannya yang akan habis pada Kamis, 17 Oktober 2024 besok.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin, menerima sekaligus memimpin audiensi Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM.
Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta menggelar rapat bersama eksekutif.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin, menerima audiensi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi DKI Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved