Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan itu bisa menjadi momentum memperkuat persatuan.
"Jadikan peringatan ini sebagai sarana untuk merefleksikan diri dan mempererat tali persaudaraan," kata Listyo dikutip dari laman Instagramnya, Kamis (28/9).
Listyo mengatakan keharmonisan itu penting guna memperkokoh persatuan bangsa. Persatuan tersebut diyakini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
Baca juga : Gelar Peringatan Maulid Nabi, Sopir Truk Diimbau Utamakan Keselamatan Ketika Bertugas
"Rayakan dengan penuh kegembiraan dan suka cita," papar jenderal bintang empat itu.
Baca juga : Libur Maulid Nabi, Volume Penumpang KA Jarak Jauh Naik 50%
Listyo menyebut peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW seyogianya menjadi bahan refleksi. Nabi Muhammad SAW telah menjadi pelita dan suri teladan bagi seluruh umat yang senantiasa mengajarkan nilai-nilai positif.
"Tentang kebaikan, kepemimpinan, dan toleransi melalui akhlakul karimahnya. Semesta berseri menyambut datangnya kelahiran Nabi Muhammad SAW," ujar dia. (Z-8)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved