Headline

. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus.

Fokus

Penurunan permukaan tanah di Jakarta terus menjadi ancaman serius.

Pemprov DKI Terus Upayakan Program Integrasi Moda Transportasi

Budi Ernanto
14/9/2023 08:42
Pemprov DKI Terus Upayakan Program Integrasi Moda Transportasi
Warga menaiki bus listrik di Terminal Blok M, Jakarta, Kamis (24/8/).(ANTARA/GALIH PRADIPTA)

PEMPROV Provinsi DKI Jakarta terus melanjutkan program integrasi moda transportasi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat sebagai upaya menurunkan kemacetan lalu lintas di Ibu Kota. 

"Salah satunya dengan menambah armada bus dan rute untuk memangkas waktu tunggu, terutama pada jam-jam sibuk," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono seperti dilansir dari Antara.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga tetap memprioritaskan hak pejalan kaki dan orang yang bersepeda.

Menanggapi pertanyaan di dalam rapat paripurna terkait pengaturan lalu lintas (lalin) pada lampu lalu lintas Santa, Heru menyebut jajarannya sudah menyesuaikan ulang waktu siklus lampu lalu lintas pada simpang Santa (pertemuan Jalan Wijaya I dan Jalan Wolter Monginsidi).

Baca juga: DPRD DKI Dorong Warga Naik Transportasi Publik

"Pengaturan lampu lalu lintas itu untuk menurunkan panjang antrean dan waktu tunda lalu lintas. Bersamaan dengan itu juga dilakukan penataan parkir pada ruas Jalan Suryo, Jalan Senopati, dan Jalan Wolter Monginsidi," ucap Heru.

Dalam rapat paripurna tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz Muslim menyoroti permasalahan kemacetan yang dirasakan semakin parah. Berdasarkan data yang dilansir dari TomTom Traffic Index pada Februari 2023, kemacetan Jakarta naik dari 34 persen kini menyentuh 53 persen.

Baca juga: DJKA Pertimbangkan Tambah Rangkaian Kereta LRT Jabodebek

Menurut Aziz, penganggaran untuk penanganan kemacetan yang mencapai Rp14,6 triliun itu akan sia-sia jika indeks lalu lintas (traffic index) semakin naik.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan tahun ini ada dua target utama yang ingin mereka capai dalam pengelolaan transportasi.

Pertama adalah peningkatan jumlah penumpang angkutan umum (ridership) dan target kedua yakni peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan di jalanan Jakarta.

“Untuk tahun 2023, target kami adalah seluruh angkutan umum di Jakarta mampu mengangkut sebanyak 3,4 juta penumpang, dan kecepatan rata-rata 26 kilometer per jam,” ujar Syafrin. (Z-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik