Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KUALITAS udara Jakarta nampak semakin memburuk. Kesehatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan turut terdampak buruknya kualitas udara Jakarta. Sudah hampir 4 minggu Jokowi mengalami sakit batuk.
"Di Jakarta barusan saya ratas dengan Presiden beliau sudah batuk hampir 4 minggu, dan DKI pada 13 Agustus mendapatkan kategori kualitas udara terburuk di dunia," ucap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menaprekraf) Sandiaga Uno usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan presiden di Istana, Jakarta, Senin (14/8).
Baca juga : Ini Daftar PLTU yang Diduga Berkontribusi Memperburuk Polusi Jabodetabek
Sandiaga juga mengaku turut merasakan dampak buruknya kualitas udara di Jakarta. Dirinya terpaksan mengurangi intensitas olahraga lari yang kerap dilakukan di luar ruangan. Menurutnya, Indonesia butuh riset terbaru sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara.
Baca juga : DPRD DKI: Pemprov DKI tidak Pernah Menindak 1.600 Industri Pencemar Udara Jakarta
"Kita bisa transisi ke transportasi umum tapi itu butuh waktu, kita harus mencari regulasi untuk melakukan secara cepat memperbaiki kualitas udara," ujarnya.
Sandi mengambil contoh di negara Tiongkok bahwa sebelumnya mereka juga sempat mengalami kondisi serupa soal kualitas udara yang buruk.
Akan tetapi dengan adanya regulasi-regulasi yang bisa mengatasi hal tersebut, saat ini Tiongkok walaupun dengan jumlah penduduk yang banyak bisa keluar dari masalah polusi udara yang buruk. (Z-8))
Berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Di luar obat-obatan medis, ramuan herbal telah terbukti dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved