Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT TransJakarta akan menguji coba rute menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada awal Juli 2023. Rute ini akan diutamakan bagi para pekerja bandara. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, jam operasional rute ini akan dibagi dalam dua periode dan bus akan datang setiap 20 menit.
"Pertama pukul 06.00 sampai pukul 09.00 dan periode kedua mulai pukul 18.00 sampai pukul 21.00," kata Syafrin di Balai Kota, Rabu (21/6).
Terdapat sembilan unit bus bertipe 'low deck' yang akan mengoperasikan rute uji coba dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Sementara, beberapa unit akan beroperasi melayani rute Pantai Indah Kapuk (PIK).
Baca juga : Tarif TransJakarta Rute Bandara Soetta-Kalideres Ditetapkan Rp3.500
Sementara itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk izin uji coba rute tersebut. Ia menegaskan, adanya rute ini tidak akan mengganggu penumpang angkutan reguler. Sebab, rute TransJakarta hanya melayani pekerja bandara dengan titik akhir di terminal kargo dan kantor PT AP II.
Selain itu, BPTJ pun sedang melakukan sosialisasi rute ini kepada para operator angkutan umum bandara. "Bahkan hari ini rekan-rekan dari BPTJ juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh operator. Jadi hari ini dilakukan sosialisasi dan tentu semuanya memahami. Karena memang segmen pasar yang dituju itu berbeda," ujarnya.
Baca juga : Rute Wisata TransJakarta, Layani Pelanggan Mulai Pukul 09.00 WIB
Selama masa uji coba ini, penumpang tidak akan dipungut bayaran. Sementara itu, pihaknya masih terus mengkaji perihal tarif layanan ini berdasarkan kemampuan untuk membayar (ability to pay) dan kemauan untuk membayar (willingness to pay) para penumpang serta jarak yang ditempuh untuk rute tersebut.
"Sehingga tarif yang ditetapkan itu juga memenuhi aspek keadilan bagi masyarakat yang bener-bener membutuhkan ini." tuturnya. (Z-4)
RENCANA penaikan tarif layanan TransJakarta belum akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pemprov DKI berencana menaikkan tarif Trans-Jakarta yang tidak pernah mengalami kenaikan sejak 20 tahun terakhir. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian besaran tarif yang disepakati.
Setelah hampir dua dekade “membeku” di angka Rp3.500, tarif Bus TransJakarta berpotensi naik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif TransJakarta.
KETUA Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyoroti kebijakan subsidi layanan transportasi terutama terkait tarif Transjakarta yang efisien dan tepat sasaran
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tarif Transjakarta bakal naik. Ia mendengarkan usulan warganet yang mengharapkan tarif baru berkisar Rp5 ribu - Rp7 ribu.
Ia menekankan kesiapan armada menjadi kunci agar layanan berjalan efektif sejak awal operasional.
Targetnya, layanan ini harus sudah beroperasi penuh sebelum memasuki periode mudik Lebaran guna membantu mobilitas warga menuju bandara.
Trayek tersebut akan menjadi etalase utama bagi transportasi publik Jakarta di mata dunia,
Pemprov DKI tengah melakukan finalisasi terhadap kesiapan armada bus serta infrastruktur pendukung di sepanjang rute tersebut.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana pengoperasian rute Transjakarta Blok M-Soetta memasuki tahap finalisasi.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved