Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Polres Metro Jakarta Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi atas tewasnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Alfrits Towoliu. Selain itu Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata memastikan sebelum di temukan tewas, korban sempat terekam cctv di kantor Polres dan Stasiun Jatinegara.
Tujuh orang saksi yang diperiksa terdiri dari sepupu korban, wakil kepala stasiun Jatinegara, masinis, asisten masinis, PKD stasiun Jatinegara, dan 2 anggota Satnarkoba Polres Metro Jakarta Timur.
Dari hasil keterangan para saksi diketahui pada hari kejadian, Sabtu, (29/4) pagi, korban datang ke kantor Polres bersama sepupunya. Mereka menggunakan mobil yang di sediakan oleh istri korban.
Baca juga: Keluarga Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Tolak Dugaan Bunuh Diri
Hal ini terungkap dari pemeriksaan cctv di kantor Polres. Setibanya di sana, korban sempat meminum obat dokter lantaran dirinya baru selesai menjalani operasi batu empedu di rumah sakit.
“Korban sempat mencoba untuk tidur tapi tidak bisa tidur, ia akhirnya bangun dan mengganti baju dengan menggunakan jaket warna hitam. Lalu korban seorang diri turun melalui lift,” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, Senin, (1/5).
Baca juga: AKBP Buddy Disebut Bunuh Diri, Kompolnas: Sediakan Psikolog Tiap Kapolres
Setelah itu pada pukul 09.12 WIB, korban keluar dari kantor Polres dan menyebrang jalan di depan kantor Polres dengan berjalan kaki untuk menuju perlintasan kereta api.
Selain itu korban juga terpantau di cctv stasiun Jatinegara. Dalam rekaman tersebut tampak korban melintas di depan stasiun dengan berjalan kaki menuju perluntasan rel kereta api. Dari hasil keterangan dari masinis kereta api Tegal Bahari, ia melihat korban berdiri di tembok bagian dalam perlintasan kereta.
Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, mengatakan saat kejadian kecepatan kereta hanya sekitar 27 kilometer perjam. Tiba-tiba korban langsung berjalan ke jalur 3 rel kereta hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju dari arah Jakarta menuju Tegal.
“Akhirnya korban meninggal dunia pukul 09.31. Itulah secara singkat berdasarkan cctv,” tuturnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif tewasnya korban.
(Z-9)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Kepolisian berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.
TOPAN Fung-wong melanda Filipina bagian barat laut, Senin (10/11), menewaskan setidaknya dua orang. Pengumuman badai membuat 1,4 juta orang mengungsi
Peristiwa baku tembak itu bermula ketika Komando Operasi Habema Kogabwilhan III bergerak menuju Kampung Soanggama, Selasa (14/10) malam.
Kontak tembak berawal saat prajurit menuju ke kampung Soanggama untuk membantu masyarakat yang berada dalam cengkraman KKB.
Komnas HAM menyebut 10 warga sipil menjadi korban meninggal dunia akibat unjuk rasa yang terjadi sepekan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved