Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti terkait dugaan bunuh diri dalam kasus tewasnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Towuliu, yang sebelumnya dibantah oleh keluarga Buddy.
Terlepas dari hal itu, Anggota Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan jika memang bunuh diri menjadi hasil dari penyidikan penyebab kematian Buddy, dirinya mendorong Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk bisa menyediakan Psikolog ditiap wilayah/Polres.
"Penting sekali pemeriksaan rutin fisik dan psikologi, serta menyediakan tempat konseling bagi anggota, setahu saya Psikolog masih belum ada di level Polres," jelasnya kepada awak media, Minggu (30/4).
Baca juga : Tiba di Manado Hari ini, AKB Buddy Dimakamkan Besok
"Apalagi bagi mereka yang dalam melakukan tugasnya harus menghadapi tekanan tinggi, misalnya harus menghadapi para pelaku kejahatan," lanjutnya.
Poengky menuturkan, dari pengamatan yang ia lakukan, pelaku bunuh diri yang merupakan anggota Polri rata-rata adalah bintara, dengan motif bunuh diri bermacam-macam, ada yang khawatir karena tersangkut kasus pidana, ada yang depresi karena masalah pribadi, ada yang bunuh diri karena faktor ekonomi, dan lain-llaim
Baca juga : Keluarga Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Tolak Dugaan Bunuh Diri
Sebagai Informasi, Poengky mengatakan di 2023, dirinya mencatat ada 4 kasus dugaan polisi bunuh diri: di Samosir, di Gorontalo, di Banten, dan di Jakarta.
"Keempat, kami melihat bahwa polisi juga manusia biasa yang mempunyai beragam masalah dalam kehidupannya," pungkasnya.
Sebelumnya, keluarga Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrist Towilu menyatakan, keluarga menolak dugaan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa AKBP Buddy tewas bunuh diri.
Paman AKBP Buddy, Cyprus A Tatali mengatakan, keponakannya dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Dengan kata lain tidak memiliki gangguan jiwa.
Secara ekonomi, lanjut Cyprus, Buddy juga sangat berkecukupan. Terlebih, isrti dari Buddy tengah menjalankan usaha. "Pertama dari kehidupan pribadi itu beliau enggak ada gangguan jiwa. Kedua, keluarga sejak terakhirnya bahagia, karena selain istrinya juga bukan ibu rumah tangga, tapi dia juga usaha, anaknya sekarang di Akpol, anak yang nomor satu. Dari sisi itu kan tidak mungkin kalau masalah ekonomi," katanya.
Diketahui sebelumnya, anggota Polisi ditemukan tewas mengenaskan di rel kereta api Stasiun Jatinegara Jakarta Timur pada Sabtu (29/4). "Iya betul," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur Iptu Darwis saat dihubungi, Sabtu (29/4).
Anggota Polisi yang tewas tersebut ialah Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Alfrits Towoliu. "Anggota Polres Jakarta timur," sebut Darwis. Lebih lanjut, Darwis mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan proses penanganan atas kejadian tersebut. "Masih, masih penanganan ya," pungkasnya(Z-4)
PT KAI kembali melakukan penutupan perlintasan liar di KM 12+400 lintas Jatinegara-Bekasi, lokasi tewasnya AKBP Buddy, yang sebelumnya dibongkar paksa oleh oknum warga.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Buddy Towoliu sempat berjalan kaki seorang diri keluar dari gedung Polres Jakarta Timur sebelum ditemukan tewas di rel Stasiun Jatinegara.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata memastikan sebelum di temukan tewas, korban sempat terekam cctv di kantor Polres dan Stasiun Jatinegara.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved