Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, S Andyka, menilai pemindahan depo Pertamina di Plumpang ke lahan milik PT Pelindo sudah tepat.
Ia menilai banyak warga yang tinggal di wilayah tersebut lebih dari 20 tahun sehingga akan sulit jika harus berpindah ke lokasi lain.
"Nah, kalau ditanya saya lebih sepakat yang mana, saya lebih sepakat ya jangan warga yang digusur, jangan warga yang dipindahkan," kata Andyka di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (8/3).
Baca juga: Kepemilikan Lahan Depo Plumpang Perlu Diusut
Menyinggung biaya pemindahan depo yang kemungkinan menelan biaya cukup besar, Andyka meyakini pemerintah punya anggaran yang cukup.
Pemerintah, lanjutnya, pasti juga sudah memiliki pertimbangan sehingga memilih opsi memindahkan depo.
Baca juga: Erick Thohir Copot Direksi Pertamina Buntut Kebakaran Depo Plumpang
"Kalau soal anggaran itu saya rasa sudah menjadi pertimbangan yang cukup matang ya oleh pemerintah pusat. Jadi bukan Pemerintah DKI Jakarta yang merelokasi. Itu menjadi kewenangan pusat. Pertamina kan BUMN, ada menterinya," ucapnya.
Menurut dia, kebakaran depo Plumpang sudah terjadi dua kali. Kebakaran pertama terjadi pada 2009 lalu. Untuk itu, anggota dewan dari daerah pemilihan Koja, Jakarta Utara itu meminta agar Pertamina fokus mencari penyebabnya agar tidak terulang lagi kejadian serupa di depo-depo yang lain.
"Di 2009 pernah kebakaran di sana, saat itu saya menjadi dewan pertama, datang kesana. Kemudian terulang kembali kebakaran kedua yang kemarin itu. Harus dicari tahu dulu sumber masalahnya darimana. Kan harus ditanya dulu," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, depo bahan bakar minyak Pertamina Plumpang terbakar pada Jumat (3/3) malam.
Kebakaran hebat yang baru bisa dipadamkan pada Sabtu (4/3) dini hari itu menghanguskan ratusan rumah. Dari data BPBD DKI Jakarta, hingga Rabu (8/3), korban meninggal dunia akibat kebakaran itu sudah mencapai 19 orang. Demi keamanan, Menteri BUMN Eric Thohir memutuskan untuk memindahkan depo tersebut ke tanah Pelindo. Kajian pemindahan sedang dilakukan dan ditargetkan pembanguban depo baru dimulai tahun depan. (Z-11)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Prasasti Muara Cianten, yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara, dipindahkan dari lokasi asalnya di tepi Sungai Cisadane, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Kami melihat ada beberapa rumah masyarakat yang telah rusak dan tidak layak huni karena tersapu aliran Batang Baiang.Segera kami relokasi ke tempat yang aman,"
Melalui dialog yang terbuka dan transparan tersebut, sejumlah kesepahaman berhasil dicapai antara warga dan Pemkot Jakarta Selatan, antara lain penyediaan hunian relokasi.
MEMASUKI hari keenam, pencarian terhadap 7 korban yang masih tertimbun di Cilacap, Jawa Tengah belum membuahkan hasil meskipun alat berat telah dikerahkan. Pemkab siapkan relokasi
PEMERINTAH provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan dana Rp400 miliar untuk melakukan relokasi warga dua dusun korban longsor Cilacap, Jawa Tengah.
Warga yang direlokasi berasal 2.209 keluarga. Mereka akan menempati lahan seluas 130 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved