Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH video viral di sosial media menunjukan seorang pria yang terkapar di atas trotoar di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Kejadian tersebut terekam dan beredar di media sosial. Dalam video disebut pria itu telah menjadi korban begal.
"Begal, begal, begal. Di daerah Salemba, Pal Putih. Begal," kata perekam video tersebut.
Kapolsek Senen Kompol David Purba meluruskan soal narasi di media sosial tersebut. Ia menjelaskan pria yang tergeletak itu bernama Rizky. Ia mengatakan Rizky tergeletak seusai terlibat keributan.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Senen AKP Ganang Agung menjelaskan, korban awalnya tengah berkendara bersama seorang rekannya sambil bersenda gurau dan tertawa. Kemudian, sekelompok geng motor juga melintas di kawasan itu. Melihat korban tertawa bersama temannya itu, geng motor tersebut langsung menyerang tanpa alasan.
"Mereka berdua di situ ada gerombolan motor, geng motor pokoknya ada 50 motor jalan di situ mereka ketawa-tawa, katanya geng motornya tersinggung," jelasnya.
Hingga saat ini, korban masih mendapat perawatan di RSCM. Korban belum membuat laporan polisi mengenai kejadian tersebut. Ganang memastikan tidak ada barang milik korban yang diambil para pelaku. "Motornya enggak diambil, barang-barang tidak diambil ini menurut korban," pungkasnya. (OL-15)
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
KETUA DPR RI Puan Maharani mengaku mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) soal aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Berbagai elemen masyarakat sipil, praktisi pendidikan, dan perwakilan legislatif menyerukan peninjauan ulang yang mendalam terhadap rencana implementasi PP Tunas.
Masifkan Sosialisasi, Kuatkan Literasi Digital dan Penggunaan Internet Sehat
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved