Jumat 22 Juli 2022, 22:14 WIB

7 Dokter Forensik Dilibatkan dalam Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
7 Dokter Forensik Dilibatkan dalam Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Poster Alm Brigadir Yosua Hutabarat

 

DIREKTORAT Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri segera menggelar autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (J). Autopsi itu akan melibatkan tujuh orang dari kedokteran forensik.

"Kalau dari Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia yang saya sudah dapatkan informasi ada tujuh orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Namun, Dedi tak hafal identitas ketujuh dokter forensik tersebut. Hanya dia menyebut beberapa dari mereka adalah guru besar yang memang ahli di bidang forensik.

"Itu akan hadir ya, termasuk nanti dari Kedokteran Forensik Polri yang juga sudah memiliki pengalaman," ujar Dedi.

Dedi tak menutup kemungkinan akan melibatkan kedokteran forensik dari rumah sakit TNI, seperti Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), dan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAL). Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menekankan untuk terbuka, transparan, dan akuntabel.

"Oleh karenanya keterlibatan para  ahli di bidangnya ini tentunya dibutuhkan dalam rangka untuk membuat kasus ini terang benderang," jelas Jenderal bintang dua itu.

Baca juga:  Pengamat: Salah Kalau Polri Tak Buka Hasil Autopsi Brigadir J Secara Rinci

Autopsi akan dilakukan di Jambi. Namun, Dedi belum dapat memastikan waktu ekshumasi atau penggalian kubur. Hanya dia menyebut secepatnya demi meminimalisasi pembusukan mayat.

Brigadir Yosua terlibat baku tembak dengan ajudan Irjen Ferdy Sambo lainnya di rumah dinas Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pukul 17.00 WIB pada Jumat, 8 Juli 2022. Keterangan versi Mabes Polri, Brigadir Yosua, yang merupakan sopir istri Sambo ditembak hingga tewas oleh Bhayangkara Dua (Bharada) RE, sopir Sambo.

Penembakan itu disinyalir karena Brigadir Yosua melakukan pelecehan seksual dan penodongan senjata kepada istri Sambo. Namun, versi keluarga menyatakan Brigadir Yosua meninggal bukan karena senjata api, melainkan pembunuhan berencana. Brigadir Yosua diyakini disiksa dalam perjalanan dari Magelang ke Jakarta.

Keluarga meminta polisi melakukan autopsi ulang. Sebab, hasil autopsi awal yang menyebutkan Brigadir Yosua tewas akibat ditembak dinilai tidak dapat dipercaya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Meriahkan HUT RI ke-77, SMPN 19 Kota Depok Hadirkan Kuliner Angkringan di Sekolah

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:42 WIB
MEMERIAHKAN HUT Kemerdekaan RI ke-77, SMPN 19 Kota Depok menghadirkan kegiatan angkringan dengan aneka macam hidangan...
dok.ist

Semarakkan HUT RI ke-77, Sandiaga Uno Buka Pesta Rakyat di Bekasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:31 WIB
MENPAREKRAF Sandiaga Uno membuka acara Pesta Rakyat di salah satu ikon Mall tertua di Bekasi memeriahkan HUT ke 77 Kemerdekaan...
dok.ant

Sedayu Sejahtera Abadi Ungkap Legalitas Tanahnya di Cengkareng

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:01 WIB
PT. Sedayu Sejahtera Abadi (SSA) memperlihatkan legalitas kepemilikan tanah pihaknya seluas 112.840 meter persegi di Jl.Kamal Raya Outer...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya