Rabu 13 Juli 2022, 10:55 WIB

Harga Cabai di Tangerang Menggigit hingga Rp170 Ribu/Kg

Pahrul Roji (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) | Megapolitan
Harga Cabai di Tangerang Menggigit hingga Rp170 Ribu/Kg

MGN/Pahrul Roji
Harga Cabai di Tangerang Menggigit hingga Rp170 Ribu/Kg

 

HARGA cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Tangerang, Banten, masih sangat mahal. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp170 ribu/kilogram. 

Vivi, pedagang di Pasar Gudang Tigaraksa Tangerang mengatakan, kenaikan harga cabai ini sudah dirasakan dalam sepekan terakhir. Hal ini karena tidak adanya stok yang masuk akibat para petani cabai mengalami gagal panen.

"Harga cabai merah keriting normalnya kita jual Rp30 ribu per kilo, tapi karena stok nggak masuk sekarang naik Rp170 ribu per kilonya," ujar Vivi, Rabu (13/7/2022).

Jenis cabai lain pun mengalami kenaikan yang serupa. Cabai rawit merah naik sebesar Rp70 ribu, menjadi Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu harga cabai rawit hijau juga menyentuh angka Rp100 ribu/kg.

Vivi mengaku hal ini berdampak pada menurunnya omzet penjualan di lapaknya. Semenjak adanya kenaikan harga cabai ini, ia mengaku penjualannya menurun lima kali lipat.

"Biasanya kita bisa jual hingga 15 kilogram per hari, sekarang buat jual tiga kilo aja sudah berat ya, harganya mahal jadi masyarakat enggak mau beli," keluhnya.

Lantaran tingginya harga cabai itu, sebagian pembeli pun mengeluhkan kondisi ini. Mereka terpaksa harus mengurangi pembelian cabai untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

"Sekarang harus lebih mengirit, basanya bisa bikin sambel semangkok, sekarang cuma dua sendok. Kalau misal harganya sekitar Rp80 ribu - Rp100 ribu per kilonya mah masih terjangkau, karena saya biasa membeli seperempat (kilogram) cabai merah keriting saja," tutur Nia, salah seorang konsumen.

Dikutip dari laporan Perkembangan Harga, Inflasi, dan Stok Indikatif Barang Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, fenomena kenaikan harga cabai ini karena pasokan berkurang cukup drastis akibat curah hujan yang tinggi, serangan hama penyakit antraknosa / patek di sentra produksi seperti Kediri, Tuban, dan Blitar. 

Para petani cabai yang mulai mengubah jadwal tanam dan mulai beralih menanam komoditas lain di beberapa sentra produksi sehingga ikut menjadi alasan kenaikan harga tersebut. (Ren/A-3)

Baca Juga

ANTARA

Resmikan 12 Rusunawa di Jakarta, Anies: Kebutuhan Dasar Warga

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:05 WIB
Mantan Mendkibud itu juga berharap program ini tidak akan berhenti pada 33 tower saja, melainkan akan terus...
dok.mi

Begal Bersenjata Rampok Pengunjung Warkop di Jaktim

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 13:47 WIB
BEGAL bersenjata tajam menyerang seorang pengunjung warung kopi (warkop) di Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (15/8). Aksi tersebut terekam...
medcom.id

2.615 Narapidana Lapas dan Rutan Salemba Terima Remisi Kemerdekaan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:47 WIB
Kepala LP Salemba Kelas II A, Yosafat Rizanto menjelaskan di LP Salemba Kelas II A terdapat 1.806 warga binaan yang mendapat remisi dan 16...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya