Senin 27 Juni 2022, 16:44 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polisi Minta Iko Uwais Kooperatif

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan, Polisi Minta Iko Uwais Kooperatif

ANTARA
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan

 

POLISI meminta aktor Iko Uwais kooperatif dalam menjalani kasus dugaan pengeroyokan yang menjeratnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan penyidik Polres Metro Bekasi telah mengirimkan surat panggilan kepada Iko untuk diperiksa pada Sabtu (25/6) kemarin. Namun, Iko melalui kuasa hukumnya meminta penundaan pemeriksaan pada Kamis (30/6).

Baca juga: Polisi Tangkap 6 Orang Terlibat Tawuran di Jakpus

"Penyidik akan menunggu hari Kamis. Kita harapkan dari pihak Iko Uwais bisa kooperatif memenuhi panggilan penyidik," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/6).

Zulpan mengultimatum Iko apabila tidak memenuhi panggilan. Berdasarkan Pasal 112 ayat 2 KUHAP, orang yang dipanggil wajib datang kepada penyidik dan jika ia tidak datang penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawa kepadanya. Karena itu, tersangka maupun saksi yang tidak memenuhi panggilan sebanyak dua kali akan dijemput secara paksa.

"Ketentuan kalau tidak datang dua kali bisa dilakukan penjemputan," katanya.

Sebelumnya, Aktor Iko Uwais dilaporkan oleh seseorang yang bernama Rudi ke polisi terkait dugaan penganiayaan. Laporan tersebut dibuat pelapor di Polres Metro Bekasi Kota.

Dalam laporan disebut awalnya Iko datang ke kediaman korban. Kemudian, terjadi cek-cok antarkeduanya. Lalu, Iko diduga melakukan pemukulan terhadap korban. Buntut pemukulan, korban disebut mengalami luka memar pada wajah, lengan kanan, dan di punggung.

Namun, Iko tak tinggal diam. Iko melaporkan balik Rudi ke polisi terkait penganiayaan dan pencemaran nama baik atau fitnah.

Iko melapor ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/6) dini hari tadi dengan nomor laporan LP/B/2895/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya itu, Iko menjelaskan awalnya Rudi menawarkan desain interior kepada dirinya dengan nilai Rp300 juta. Kedua pihak sepakat pembayaran dengan termin 20%, 30%, dan 50%. 

Iko mengaku sudah membayarkan termin 1 dan termin 2, namun Rudi tidak memenuhi kewajibannya, karena mengeluarkan gambar tidak sesuai.

Iko lalu meminta saksi untuk menghubungi Rudi agar dilakukan revisi. Iko menyebut bukannya menyelesaikan revisi, Rudi dituding menghina Audy Item, istri Iko Uwais.

Polisi kemudian menaikkan kasus dugaan pengeroyokan oleh Iko terhadap Rudi dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik melakukan gelar perkara dan hasilnya kasus tersebut dinaikkan ke penyidikan karena memenuhi unsur pidana terkait Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (OL-6)

Baca Juga

dok. Pribadi

Warga Gunung Sahari Selatan Kemayoran Resah Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:48 WIB
“Ini sudah 4 hari kami tidak bisa tidur, karena benar-benar takut eksekusi dilakukan tiba-tiba,” ujar...
Antara/Hafidz Mubarak A

Disdik DKI Jakarta Jamin Keberagamaan Di Lingkungan Sekolah 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:36 WIB
Kepala Sudindik Wilayah I Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan di...
Ist

Rajut Sinergitas, Forkopimkot Jakbar Gelar Turnamen Sepak Bola

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:28 WIB
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya Forkopimkot Cup di tahun 2022...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya