Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Patroli Perintis Presisi Polres Jakarta Pusat menangkap 6 orang pelaku yang diduga terlibat tawuran. Keenam pelaku diamankan di 2 lokasi berbeda.
Kasat Samapta Polres Metro Jakpus Kompol Rustian Effendi mengatakan tawuran pertama terjadi pada Minggu (26/6) sekitar pukul 02.15 WIB di Jalan Gunung Sahari Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kemudian, tawuran kedua terjadi di Jalan Rawa Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat Senin (27/6) sekitar pukul 04.00 WIB.
Baca juga: Wagub DKI Menerima Aspirasi Masyarakat Tuntut Holywings Ditutup
Ia mengatakan tim patroli membubarkan tawuran di Sawah Besar. Tim mengamankan lima orang yang diduga terlibat tawuran dan diamankan ke Polsek Sawah Besar.
Keesokan harinya, tim patroli juga membubarkan tawuran di Johar Baru. Polisi mengamankan satu orang terduga pelaku.
Tim patroli menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, berupa senjata tajam dan airsoft gun yang digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
"Sajam jenis celurit, Sajam jenis Pedang, Stick Golf, buah airsoft gun rakitan, petasan dan pisau bergerigi," jelas Rustian, melalui keterangannya, Senin (27/6).
Meski demikian, ia tak menjelaskan identitas dan keterkaitan antara 2 tawuran tersebut. Tawuran tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. (OL-6)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved