Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta menargetkan pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Ibukota bisa menembus 4,5 juta merchant dari capaian nasional 15,1 juta merchant.
Saat ini, pengguna QRIS sebagai alat transaksi pembayaran elektronik di Jakarta mencapai 3,9 juta merchant.
Kepala Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta, Ony Widjanarko, menargetkan tahun ini pertumbuhan merchant penyedia QRIS dapat mencapai 600 ribu merchant.
“Jadi, kalau merchant sudah menjadi 3,9 juta, saatnya kita mendorong transkaksi ke toko pakai QRIS,” kata Ony saat diskusi virtual dengan Balkoters berjudul Jakarta jadi Pusat Bisnis Global: Tantangan dan Peluang Digital Payment, pada Selasa (26/4).
Ia menjelaskan, pengguna QRIS sekarang akan semakin leluasa bertransaksi karena limit transaksi sudah ditambah dari yang awalnya maksimal Rp5 juta, sekarang menjadi Rp10 juta.
“Itu adalah angka yang dapat mendorong tambahan pertumbuhan transaksi digital yang ada di Jakarta,” ujarnya.
Di sisi lain, pangsa ekonomi di Jakarta mencapai 17,19% di tingkat nasional. Angka ini diklaim sangat tinggi dibanding provinsi lainnya di Indonesia, padahal Jakarta hanya dihuni 10,6 juta jiwa.
“Ini karena memang kepusatannya, Jakarta serba pusat dari pusat perdagangan, pusat informasi, pusat keuangan dan pusat ekonomi digtal,” jelasnya.
Baca juga : Ibu Kota Pindah, BI Yakin Jakarta Jadi Kota Bisnis Seperti New York
Lantaran Jakarta menjadi pusat perdagangan, transaksi digital di Jakarta cukup besar. Hingga akhir 2021 lalu, transaksi e-commerce mencapai Rp22,4 triliun dan angka ini meningkat 8% dari triwulan sebelumnya sebesar Rp21,7 triliun.
“Ini baru sumber dari empat e-commerce lokal. Nah, mestinya lebih dari ini karena angka Rp22,4 triliun baru empat e-commerce terbesar,” tuturnya.
Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam setiap aktivitasnya. Kewajiban masyarakat menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19, justru mengubah berinteraksi, berkomunikasi, dan bertransaksi melalui digital.
Ony berujar, berdasarkan riset Google pada 2021 lalu, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 146 miliar dollar AS. Angka itu mendekati cadangan devisa negara saat ini.
“Untuk Jakarta diperkirakan pangsanya tetap yang lebih besar, sekitar 65%-70% digital di Indonesia itu, adanya di Jakarta,” ucapnya.
Dia menambahkan, BI dan perusahaan penyedia jasa pembayaran (PJP) berkomitmen memperluas akseptasi pembayaran digital. Salah satunya melalui fasilitas penggunaan QRIS di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan, termasuk di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, BI juga telah mendorong kemudahan bertransaksi secara digital melalui program sehat, inovatif dan aman pakai (S.I.A.P). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan RI dengan Bank Indonesia melalui pencanangan pasar dan pusat perbelanjaan demi memperluas akselerasi penggunaan QRIS dan mendisplinkan metode pembayaran yang sesuai dengan protokol kesehatan (efisiensi, praktis, dan higienis). (OL-7)
Capaian itu menegaskan validasi atas komitmen perusahaan dalam mengedepankan keterbukaan informasi di era digital serta peran kepercayaan para pengguna setia.
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved