Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA kakek Wiyanto Halim, 89, yang dikeroyok usai diteriaki maling di Jakarta Timur hingga meninggal dunia sebut adanya dugaan pembunuhan berencana.
"Pihak keluarga di balik ini berkeyakinan pengeroyokan ini bukan terjadi secara spontan. Ada pemain di belakang ini yang memanfaatkan cara-cara seperti ini," ujar pengacara keluarga Wiyanto Halim, Freddy Yoanes Patty, Sabtu (5/2).
Baca juga: Pemenang Tender Sirkuit Formula E Sudah Mulai Bekerja
Adapun pengeroyokan kepada Wiyanto Halim terjadi pada Minggu (23/1) sekitar pukul 02.00 WiB di daerah Cakung, Jakarta Timur.
Kejadian naas itu bermula dari teriakan maling yang diarahkan kepada korban.
Tanpa tedeng aling-aling, banyak warga yang terpancing hingga akhirnya mengejar mobil yang dikemudikan kakek Halim.
Sialnya, kakek Halim lalu dikeroyok hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Freddy dan pihak keluarga meyakini para pelaku pengeroyokan tersebut tidak bergerak secara spontanitas.
Diakui keluarga korban, diduga ada sosok yang merencanakan hingga kakek Halim tewas dikeroyok. (OL-6)
"Dari pihak keluarga ada petunjuk mengenai hal tersebut. Ini yang akan dimintai keterangan oleh penyidik hari ini, petunjuk apa sih yang dipunyai oleh keluarga supaya ini bisa dikembangkan lagi. Saksi-saksinya siapa saja," ujar Freddy.
Namun, Freddy belum bisa menjelaskan lebih detil soal petunjuk yang dikantongi oleh keluarga kakek Halim.
Namun, dia kembali menegaskan lewat petunjuk itu keluarga meyakini pengeroyokan kepada Wiyanto Halim merupakan tindakan pembunuhan berencana.
"Betul kalau menurut kami ada yang merencanakan. Tapi kan kita tidak bisa tunjuk siapa sebelum ada bukti yang cukup. Tapi kalau petunjuk ke arah sana kita punya. Nanti kan polisi tinggal pengembangannya petunjuk ini cukup nggak nih untuk menggali bukti. Kalau ada bukti ya jalan. Tapi kalau tidak ada bukti ya cukup," pungkasnya. (OL-6)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved