Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
POLISI tengah berupaya mencegah bentrok susulan di Kota Sorong, Papua Barat. Upaya dilakukan dengan mempertemukan dua kelompok yang bertikai.
"Polsek Sorong Timur telah melakukan pertemuan antara kelompok," kata kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (25/1).
Pertemuan itu dilakukan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Dedi berharap tak ada aksi balasan buntut aksi brutal itu. Menurut Dedi, polisi juga telah melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Dia memastikan akan memproses tuntas aksi brutal tersebut.
"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari dua kelompok tersebut," ucap jenderal bintang dua itu.
Baca juga: Polisi Buru Aktor Intelektual Bentrok Maut di Sorong
Bentrokan antara dua kelompok di Kota Sorong terjadi pukul 23.00 WIT pada Senin (24/1) hingga pukul 03.00 WIT pada Selasa (25/1). Bentrokan memicu pembakaran tempat hiburan malam di Kota Sorong. Akibatnya, 19 orang tewas.
Sebanyak satu orang tewas dalam bentrokan, sedangkan 18 korban lainnya tewas terbakar dalam tempat hiburan malam tersebut. Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan. Aktor intelektual bentrokan juga masih diburu.(OL-5)
Penemuan kasus baru Tuberkulosis (TBC) di daerah itu hingga Juli 2025 mencapai 550 kasus, bahkan ada pasien yang sudah menunjukkan resisten obat.
Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tarian tradisional, musik daerah, dan pameran kerajinan tangan, serta bazar Ekraft UMKM.
Masyarakat Papua Barat mendatangi kantor KPK dan Kejagung untuk melakukan klarifikasi dan memberikan informasi hasil investigasi terkait Gubernur Papua Barat Dominggus Madacan.
BENCANA tanah longsor dan banjir bandang Pegunungan Arfak, tepatnya di Kampung Jim, Distrik Catubouw, Papua Barat menelan belasan korban jiwa.
Jumlah keseluruhan korban dalam peristiwa itu sebanyak 24 orang, terdiri atas lima orang selamat, 16 korban meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya belum berhasil ditemukan.
Brimob melakukan pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun, anggota yang dilaporkan hilang sejak 18 Desember 2024 di kawasan Kali Rawa, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved