Senin 27 Desember 2021, 21:02 WIB

Antisipasi Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Antisipasi Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru

Dok MI/Rommy Pujianto
Henry Yosodiningrat

 

PEREDARAN gelap narkoba di Indonesia setiap pergantian tahun terbilang masih marak. 

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat melakukan operasi narkoba jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kompleks Permata Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (22/12). Hasilnya, 5 dari 7 orang yang sedang pesta narkoba diamankan karena terbukti menggunakan methafetamin.

Tidak lama berselang, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga mengungkap penyelundupan 147,143 kilogram (kg) sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan sabu ini rencananya oleh pelaku akan diedarkan untuk Tahun Baru untuk daerah Jakarta, Tangerang, dan Jawa Tengah.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP Granat, Henry Yosodiningrat, membeberkan bahwa maraknya narkoba masuk ke Tanah Air lantaran punya peminat yang banyak.

"Kalau saja pengguna itu menurun atau tidak ada lagi, maka barang itu juga ikut tidak ada," ucap Henry, Senin (27/12).

Yang kedua, lanjut Henry, banyak sindikat internasional yang bekerja secara sistimatis dan taktis sehingga mampu membaca pasar negara mana saja yang membutuhkan narkoba.

"Mereka bisa membaca pasar yang paling bagus di dunia antara lain, khususnya Indonesia. Karena banyaknya penggunanya dan harganya tinggi sehingga secara ekonomi menggiurkan mereka," ungkapnya.

Henry menilai maraknya peredaran narkoba jelang tahun baru ini lantaran masih adanya oknum yang bisa diajak 'bermain'.

"Kalau ini diberantas semua, peminatnya kurang, bagaimana caranya? Dengan melakukan upaya pencegahan dengan tidak mengurangi upaya penindakan," tegasnya.
"Upaya pencegahannya ini harus nasional artinya ke semua lapisan masyarakat," tambah Henry.

Lalu, Henry menegaskan pemerintah, khususnya stake holder yang menangani narkoba banyak yang tak fokus menindak peredaran barang haram tersebut.

Hal itu dikarenakan selama covid-19, semua pihak diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus terkait penanganan covid-19.
"Di sini kesempatan mereka bermain," tandasnya. (J-2)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Pengusaha Pertanyakan Kewenangan DLH Larang Bongkar-Muat Pelabuhan Marunda 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 18:04 WIB
Sejatinya terdapat beberapa terminal yang memiliki stockpile batu bara, salah satunya...
Dok MI

Kasus Pencabulan di Ponpes Depok, 3 Ustadz dan 1 Santri Jadi Tersangka

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 04 Juli 2022, 16:21 WIB
Zulpan mengatakan satu ustaz diduga menyetubuhi santriwati di bawah umur. Kemudian dua ustaz lainnya melakukan pencabulan. Sedangkan satu...
Dok. Kementan

Gubernur DKI Anies Baswedan Apresiasi Langkah Cepat Kementan Siapkan Pangan Jelang Idul Adha

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 14:31 WIB
Anies mengatakan, Pemprov DKI bahkan sudah haqqul yaqin pangan yang ada saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada masalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya