Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
PORES Metro Jakarta Pusat menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus sindikat pinjaman online (pinjol) yang berkantor di sebuah ruko di Cengkareng, Jakarta Barat.
Adapun penggerebekan kantor pinjol illegal itu dilakukan pada Rabu (13/10), di ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dari penggerebekan tersebut, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto menuturkan ada 56 karyawan yang diamankan.
"Dari 56 orang yang kita amankan, sudah terperiksa dan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka sebanyak enam orang," tutur Setyo di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Selasa (19/10).
Adapun keenam tersangka berinisial IK sebagai penagih (collection desk), JS sebagai "leader", NS selaku supervisor, RRL sebagai penagih, HT sebagai "leader" dan MSA sebagai "reporting".
Baca juga: Polres Jakbar Tangkap Pelaku Investasi Bodong Rp1 Miliar
Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, kata Setyo, sejauh ini telah melakukan penahanan terhadap keenam tersangka sejak 14 Oktober silam.
"Keenam tersangka ini berkaitan dan saling mengetahui, serta menikmati hasil penagihan sebanyak 12 persen," tuturnya.
Apalagi, lanjut Setyo, tersangka penagih pinjaman daring ini diduga menggunakan ancaman, bahasa kasar, hingga penyebaran video porno ke media sosial korban jika pinjaman tidak dilunasi.
Setyo menyebut barang bukti yang telah diamankan Polisi, yaitu sebanyak 57 unit perangkat komputer CPU, 56 telepon genggam, 2 unit laptop dan satu perangkat CCTV.
Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat 1 UU No 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang ITE. (OL-4)
Fintech Ilegal menerapkan biaya denda pembayaran Rp50 ribu per hari
Sigit mengatakan akhir-akhir ini pinjaman online diminati oleh masyarakat, karena memberikan kemudahan akses dan tidak memakan waktu yang lama.
Pinjol tersebut beroperasi di 7 ruko yang masing-masing memiliki 4 lantai. Sebanyak 32 karyawan tersebut mengoperasikan 13 aplikasi pinjol yang 3 antaranya legal.
Wisnu menyebut 56 orang pegawai lainnya masih dilakukan pendalaman penyelidikan di Mapolres Metro Jakarta Pusat
Polisi masih mengembangkan pemilik pinjol yang diduga WNA tersebut berdasarkan bukti percakapan di grup aplikasi perpesanan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved