Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kebudayaan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni Jakarta mengadakan kegiatan Pameran Batik. Pameran dengan tema 'Mengungkap Makna Simbolik Motif Batik di Era Pandemi' diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional tahun 2021.
Dengan berkolaborasi bersama Yayasan Batik Indonesia, pameran akan dilaksanakan pada 2-30 Oktober 2021 di Museum Tekstil, Jakarta Barat.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian budaya yang harus tetap dipertahankan.
“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Pameran Batik ini, tentu saja kegiatan ini telah berkontribusi nyata terhadap keberlangsungan Warisan Budaya Tak Benda yaitu Batik Indonesia,” ujar Iwan.
Dalam pameran tersebut akan dipamerkan kurang lebih sebanyak 100 lembar batik dengan motif Tambal, Udan Liris, dan Gringsing dari koleksi Museum Tekstil, Yayasan Batik Indonesia, dan kolektor batik Indonesia. Motif-motif Batik yang dipamerkan memiliki filosofi mendalam terkait kehidupan manusia, termasuk di saat ada kemalangan atau kesusahan, seperiti kondisi pandemi saat ini.
Rangkaian kegiatan akan disemarakkan dengan beberapa acara di antaranya pada 2-28 Oktober terdapat Lomba Cipta Kreasi Batik Motif Tambal, Udan Liris dan Gringsing. Pada 6, 14 dan 27 Oktober diramaikan dengan kegiatan Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan Komunitas Wastra di DKI Jakarta serta pada 8, 13, 15, 22, 28 dan 30 Oktober dilengkapi dengan kegiatan Webinar terkait Batik Indonesia.
Baca juga ; Anies Baswedan Gelar Gerebek Lumpur Perbesar Daya Tampung Kali
“Dinas Kebudayaan DKI Jakarta juga terus bersinergi dalam pelestarian batik bersama Yayasan Batik Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan terlaksana dengan sempurna,” ujarnya lagi.
Tentu saja Pameran Batik ini mendapatkan dukungan penuh melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) dan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Yayasan Batik Indonesia dan para kolektor batik Indonesia, serta segenap pihak yang telah mendukung pameran ini, yang terus bersinergi dengan Museum Tekstil dalam pelestarian batik.
Pelestarian dan pengenalan Batik kepada generasi muda menjadi visi dan salah satu misi dari Museum Tekstil dan regenerasi pelestarian Batik ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan batik menjadi pusaka budaya kebanggaan Bangsa Indonesia.
Perlu diketahui, 2 Oktober 2019 menandai kebangkitan batik Indonesia di mata dunia. Pada tanggal itu, batik Indonesia pertama kali menggema di ruang sidang UNESCO yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage, batik resmi dikukuhkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia, menyusul Keris dan Wayang sebagai pendahulunya.
Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, maka setiap 2 Oktober, seluruh rakyat Indonesia dan dunia memperingati Hari Batik Nasional. (OL-7)
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
Bendera inovasi industri manufaktur Indonesia berkibar di panggung global setelah TRK Valves tampil sebagai satu-satunya perwakilan industri manufaktur nasional dalam ajang LNG 2026.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Salah satunya yang paling diminati pengunjung adalah AR Treasure Hunt, sebuah pengalaman eksplorasi ruang berbasis augmented reality.
IMMF CONNECT 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 800 eksibitor dan 15.000 pengunjung dari 20 negara, termasuk Jerman, Italia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan memberikan pengalaman berdampak.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved