Sabtu 02 Oktober 2021, 16:00 WIB

Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Wagub DKI Duga terkait Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Teluk Jakarta Tercemar Parasetamol, Wagub DKI Duga terkait Covid-19

MI/Susanto.
Suasana perkembangan pembangunan perumahan mewah Pulau Reklamasi melalui udara di Teluk Jakarta, Kamis (12/8).

 

PENELITIAN tahap awal yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari pusat penelitian oseanografi Universitas Brighton, Inggris, menemukan kandungan parasetamol dalam air laut di Teluk Jakarta. Meski tidak besar, kandungan paracetamol akan memengaruhi hewan-hewan laut jika terus dibiarkan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Kesehatan tengah bersama-sama meneliti tentang hal ini. Pria yang akrab disapa Ariza itu menegaskan, Pemprov DKI sudah mendapatkan laporan temuan ini.

"Jadi itu temuan sudah lama, (sejak) 14 Juli. Sekarang sedang diteliti oleh pusat oseanografi, kemudian diteliti. Jadi kita, Dinas LH DKI Jakarta memang selalu meneliti setiap enam bulan sekali. Kita tunggu hasilnya, sedang ditunggu. Ini sesuai dengan PP 22/2021 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup," jelasnya di Balai Kota, Jumat (2/10) malam.

Ia pun mengatakan, hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas LH dua kali dalam setahun mengungkapkan kondisi laut Teluk Jakarta masih aman dari limbah. Akan tetapi dalam pengawasan tersebut tidak terdapat indikator kandungan paracetamol karena menyesuaikan dengan indikator yang ada dalam peraturan.

Di sisi lain, Ariza menduga kandungan parasetamol di Teluk Jakarta berkaitan dengan pandemi covid-19 yang mewabah 1,5 tahun belakangan ini. Banyak warga yang sakit dan kerap mengonsumsi obat terutama parasetamol. Obat tersebut mudah dan murah untuk didapatkan sebagai pengobatan gejala covid-19 seperti demam dan sakit kepala.

"Parasetamol ini tidak termasuk parameter pengujian baku mutu air laut. Jadi kami minta masyarakat jangan sembarang membuang sampah apalagi limbah obat-obatan dan jaga lingkungan kita, laut kita," ungkapnya.

"Ya limbah farmasi memang meningkat kan saat covid-19. Tentu Dinas kesehatan sudah melakukan upaya-upaya antisipasi bersama Dinas LH dan dinas terkait agar semua limbah bisa disalurkan ke tempat-tempat pengelolaan limbah sesuai SOP. Insyaallah tidak masalah ada pun. Masalah itu sudah ditangani dinas terkait soal limbah," jelasnya. (Put)

Baca Juga

Antara/Reno Esnir

Imbas Rentetan Kecelakaan, DPRD DKI Minta Audit Total PT Transjakarta 

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:30 WIB
Menurutnya, penting untuk menemukan akar permasalahan yang menyebabkan insiden kecelakaan bisa terjadi saat melayani...
Dok. Kasoem

Perluas Edukasi Perawatan Mata, Kasoem Vision Care Perbarui Layanan Cabang Bogor 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:27 WIB
Layanan Vision Care mengandalkan layanan perawatan penglihatan berkesinambungan dengan pemeriksaan mata yang detail serta solusi produk...
DOK Sinar Mas Land.

Galeri Kampung Mantul Binaan Sinar Mas Land Jadi Wahana Wisata Edukasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:15 WIB
Pendidikan lingkungan merupakan pembelajaran penting untuk anak-anak usia dini. Hal ini perlu terus dilakukan guna memupuk rasa cinta dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya