Senin 13 September 2021, 21:10 WIB

BPN Tangsel Permudah Layanan Publik Melalui Aplikasi Sultan

Syarief Oebaidillah | Megapolitan
BPN Tangsel Permudah Layanan Publik Melalui Aplikasi Sultan

MI/Syarief Oebaidillah
Kepala Kantor ATR/BPN Kota Tangsel Harison Mocodompis.

 

UNTUK meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih baik, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, berinovasi membuat langkah terobosan melalui aplikasi Konsultasi Pertanahan Tangerang Selatan (Sultan Tangsel). Melalui layanan ini, diharapkan bisa memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pelayananm seputar pertanahan.

Kepala Kantor ATR/BPN Kota Tangsel Harison Mocodompis mengatakan aplikasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan konsultasi permasalahan pertanahan. "Aplikasi Sultan Tangsel ini sebagai inovasi kami guna menjawab kebutuhan masyarakat berkaitan dengan konsultasi atau pengaduan seputar masalah pertanahan bagi warga di Tangsel," kata Harison, Senin (13/9).

Dikatakan, Harion, aplikasi ini platform-nya melalui zoom meeting dan  masyarakat langsung berkonsultasi. "Kami siap melayani masyarakat  dengan tim aplikasi Sultan yang informatif dan profesional , "cetusnya.

Lebih jauh, Harison yang baru menjabat Kepala BPN Tangsel selama 1 bulan, menjelaskan latar belakang melakukan terobosan dengan aplikasi tersebut. "Saya berpikir, kami memiliki perangkat teknologi informasi yang bagus. Nah, kebetulan di kantor ini mempunyai 7 desk maka kami  rancang desk pelayanan aplikasi ini bagi masyarakat supaya bisa konsultasi, menyampaikan keluhan, atau bahkan pengaduan," papar Harison yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Kementerian ATR/BPN.

Melalui aplikasi ini ,lanjut dia, warga tidak perlu datang ke kantor BPN. Warga cukup beraktivitas dari rumah melalui gawai atau telepon genggam membuka aplikasi untuk  bertanya, konsultasi dan mengadu seputar masalah pertanahan. "Cara mendapatkan akses aplikasi melalui  ID meeting zoom dengan mengunduh media sosial (medsos) Instagram atau IG Sultan Tangsel," jelasnya.

Lebih jauh, Harison mengatakan banyak masalah pertanahan di Tangsel yang harus dibenahi. Salah satunya dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yaitu tidak sinkronnya jumlah berkas permohonan pembuatan sertifikat tanah 2017-2020. Dari data kecamatan se-Tangsel terdapat sekira 5000 berkas sedangkan data di BPN Tangsel hanya sekira 3000 berkas.

"Perbedaan disebabkan beberapa faktor seperti dokumen yang belum lengkap, belum bayar pajak, koordinasi yang kurang, atau pemohon sudah pindah. Ada juga karena objek tanahnya masih sengketa dan beberapa penyebab lainnya," jelasnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/SUSANTO

Bukan Hanya Thamrin-Sudirman, Ada 5 Lokasi Alternatif Untuk CFD

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:15 WIB
CFD mulai berlaku pada hari Minggu, 22 Mei 2022 besok dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 10.00...
Ist

Polisi Tangkap Lima Pelaku Penggelapan Kerupuk Senilai Rp3 Miliar

👤Sumantri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:33 WIB
Gara-gara menggelapkan kerupuk senilai Rp3 miliar, tiga orang karyawan PT Tanindo Prima Multi ditangkap Polresta Tangerang di Tangerang,...
ilustrasi

Aksi Buruh, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Kawasan Patung Kuda Dan DPR

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 12:15 WIB
Massa terpecah menjadi dua lokasi yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Gedung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya