Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG mahasiswa atas nama Bernard Christian Onggo, 19, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, Jumat (10/9) dini hari. Lokasi rumahnya di Klaster Italy, Perumahan Banjar Wijaya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Diduga korban yang tewas dengan luka di bagian kepala karena bunuh diri. Perbuatannya itu menggunakan senjata api milik bapaknya, anggota Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).
Pasalnya, di sekitar tubuh korban yang tergeletak di lantai ditemukan satu senjata api jenis Glok-43 warna hitam serta selongsong dan proyektil peluru. Hal itu dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Komisaris Abdul Rachim. "Ya korban ditemukan tewas karena diduga bunuh diri," kata dia.
Jenazah korban, lanjutnya, sudah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk kepentingan autopsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata dia, pertama kali jenazah korban ditemukan oleh orangtuanya.
Begitu mendengar suara seperti benda jatuh, orangtua korban mengecek sekitar lokasi. Saat itu juga, tambah dia, korban ditemukan sudah tergeletak di lantai bersimbah darah dengan luka tembakan di bagian kepala.
Baca juga: Himpitan Ekonomi Suami Bunuh Istri Lalu Bunuh Diri
Kemudian kasus itu mereka laporkan ke ketua RT setempat untuk dilanjutkan ke Polsek Cipondoh guna ditindaklanjuti. "Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota," kata Abdul Rochim. Jenazah korban hingga berita ini disusun masih berada di RSUD Kabupaten Tangerang untuk diautopsi. (OL-14)
Warga awalnya mengira pemuda itu kecapean karena puasa hingga pingsan di jalan, tapi ternyata nekat minum kopi dicamur racun tikus gegara putus cinta sama mantan pacarnya.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved