Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
LITERASI umumnya dikaitkan dengan kecakapan memahami sebuah informasi. Ibu Ibukota Awards tahun ini ingin memperkenalkan makna literasi lebih luas, yaitu kecakapan seseorang untuk terus belajar dan mengajar bagi sekitarnya.
Sosok Ibu Ibukota adalah penggerak literasi yang terus melakukan #AksiHidupBaik untuk menciptakan peradaban dan lingkungan yang lebih baik.
Sebanyak 21 sosok Ibu Ibukota diperkenalkan sebagai penggerak literasi pada momen konferensi pers Menuju Ibu Ibukota Awards 2021 yang disiarkan secara live streaming di akun YouTube Ibu Ibukota, Selasa (7/9).
“Tahun ini kami kembali menerima ratusan cerita sosok Ibu Ibukota yang diusulkan oleh masyarakat. Kita perlu bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada seluruh sosok yang bergerak di sudut-sudut Jakarta. Terima kasih karena telah ambil bagian untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat," ujar Penggagas Ibu Ibukota Awards, Fery Farhati.
Inilah 21 sosok Ibu Ibukota terpilih tahun ini yang ceritanya akan diangkat hingga Desember mendatang.
Bidang Kesehatan :
1. Ibu Siti Aminah
2. Ibu Ike Ni’mah Tatimu
3. Ibu Erna Agnes Sitompul
4. Ibu Roosalina Wulandari
Bidang Kewirausahaan :
1. Ibu Intan Mustika Anggraeni M
2. Ibu Eni Ahaeni
3. Ibu Henny Christingsih
4. Ibu Sri Sintawati
Bidang Lingkungan :
1. Ibu Ida Muslikah
2. Ibu Fathimah Himmatina
3. Ibu Rohani
4. Ibu Nila Sari
Bidang Pendidikan :
1. Ibu Erlin Yusnita
2. Ibu Ros Yusuf
3. Ibu Hoiriyah
4. Ibu Sri Utami Satriastuti
Bidang Pemberdayaan :
1. Ibu Suyatmi
2. Ibu Ayi Asmita
3. Ibu Sri Piwelas
4. Ibu Setianingsih
5. Ibu Fitriyah
Memberdayakan sekitar dengan terus belajar dan mengajar sekitar untuk menjadi lebih baik itulah yang dapat menggambarkan para sosok bidang pemberdayaan. Mereka mendedikasikan dirinya untuk bergerak menjalankan program-program yang memberikan dampak positif bagi lingkungannya.
Cerita dari para sosok diatas akan diangkat pada acara Gelar Wicara Ibu Ibukota yang akan tayang setiap Jumat, mulai Oktober hingga Desember secara eksklusif di YouTube Channel Ibu Ibukota. Gelar Wicara juga akan menghadirkan 11 Tim Seleksi yang akan berbincang langsung dengan para sosok.
Tim seleksi beranggotakan Ibu Ellisa Sumarlin (Istri Wakil Gubernur DKI Jakarta), dr. Widyastuti (Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta), dr. Pandu Riono (Staff Senior Universitas Indonesia), Elizabeth Ratu Rante Allo (Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta), Helianti Hilman (Founder Javara), Tiza Mafira ( Co-Founder Gerkan Indonesia Diet Kantong Plastik), Soraya Cassandra (Co- Founder Kebun Kumara), Nurhayati Subakat (Komisaris Utama PT. Paragon Technology & Innovation), Tuty Kusumawati (Kepala Dinas DPPAPP DKI Jakarta), Evi Trisna (Advisor Gerakan Indonesia Mengajar), Nahdiana (Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta). (Put/OL-09)
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
Program Mudik Gratis tahun ini melayani perjalanan ke 20 kota dan kabupaten yang tersebar di berbagai provinsi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat.
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved