Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI memeriksa lima orang saksi terkait kebakaran yang terjadi di Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Jalan Percetakan Negara, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Minggu (18/7) malam.
Kapolsek Johar Baru Kompol Edison mengatakan kelima saksi tersebut merupakan pekerja proyek saat memasang kelistrikan di gedung BPOM saat itu.
“Kita periksa saksi lima orang dari pihak pekerja. Itu kan ada pekerjaan panel listrik,” kata Edison saat dihubungi, Senin (19/7).
Edison menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami keterangan lima saksi tersebut. Ia mengatakan tak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah saksi.
“Masih kita kembangkan dulu, masih kita periksa nanti gimana dari hasil pemeriksaan kita kasih tau lagi,” ujarnya.
Edison mengatakan polisi Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri langsung terjun ke tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Gedung BPOM Diduga Kuat Akibat Korsleting Listrik
“Semalam juga sudah ada dari Labfor cuma karena situasinya gelap itu kan gelap itu karena lampu gak hidup semua mungkin pagi ini akan diperiksa sama Labfor lagi,” ujar Edison.
Terpisah, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat Asril Rizal mengatakan kebakaran tersebut terjadi di lantai 1 salah satu gedung dengan luasan 200 meter persegi.
"Kerugian ditaksir Rp600 juta dengan luas area 8x25 meter atau 200 meter persegi," kata Asril.
Ia menjelaskan, kebakaran bermula ketika kantor BPOM sedang ada perbaikan panel listrik di lorong F Timur dan F Barat. Saat petugas menaikkan saklar di Miniature Circuit Breaker, tiba-tiba timbul ledakan yang memicu munculnya api.
Asril mengatakan petugas sempat melakukan pemadaman. Akan tetapi, mereka kewalahan karena pekatnya asap dari kebakaran tersebut.(OL-4)
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved