Kamis 15 April 2021, 21:37 WIB

Kerap Macet, Lalu Lintas Flyover Lenteng Agung Harus Dievaluasi

Hilda Julaika | Megapolitan
Kerap Macet, Lalu Lintas Flyover Lenteng Agung Harus Dievaluasi

MI/Susanto
Jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta.

 

KOMISI D DPRD Provinsi DKI Jakarta mendorong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait mengevaluasi kualitas lalu lintas (Lalin) mengingat kemacetan yang terjadi di kedua sisi flyover tapal kuda Lenteng Agung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan kerap terjadi pada jam sibuk terutama di Jalan Raya Lenteng Agung mengarah Pasar Minggu. Hampir setiap pagi, kepadatan kendaraan mengular mulai di depan Universitas Pancasila hingga mendekati titik naik flyover tapal kuda Lenteng Agung.

“Harapan kami Bina Marga betul-betul memperhatikan lagi ruas jalan arus bawah flyover ini agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, Kamis (15/4).

Ida berharap Dinas Bina Marga DKI Jakarta dapat segera melakuka kajian pelebaran jalan untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Namun untuk langkah awal, ia juga menyarankan agar menggandeng Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk pengaturan arus lalin di jam tertentu.

Baca juga: Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Digunakan

“Langkah awalnya saat ini Bina Marga bisa bekerjasama dengan Dishub dan Satpol PP dahulu untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan di titik naik flyover,” ucapnya.

Selain mengatur arus lalu lintas, diharapkan Dishub dan Satpol PP dapat mencegah pelanggaran lawan arus yang kerap dilakukan oleh kendaraan roda dua.

“Karena kita pantau tadi saja masih banyak orang yang malas putar jauh dan memilih lawan arus. Inikan juga sangat membahayakan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menjelaskan pelebaran jalan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pembebasan lahan.

“Kita sudah pikirkan, tapi di area sekitar sini agak sulit. Contoh saja di Jalan Joe kita mau pelebaran, mencari orang (pemilik tanah) perlu satu tahun. RT, RW dan Lurah sudah kami libatkan tapi karena (pemilik) tidak ditinggal disitu,” tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Transjakarta Meluncur Nabrak Tembok, Sopir Diduga Lalai Pasang Rem Parkir

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 06 Desember 2021, 14:28 WIB
Saat J menuju ke kamar kecil, bus yang dikemudikannya terus melaju dan menabrak tembok dan lahan kosong di area pemberhentian akhir Puri...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Ada 248 Kecelakaan Transjakarta Hanya Dalam 2 Bulan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 06 Desember 2021, 13:58 WIB
Syafrin melanjutkan, pihaknya bersama Transjakarta tidak tinggal diam melihat hal tersebut. Berbagai pendekatan dan pembinaan terhadap...
Antara/Zabur Karuru.

Pemprov DKI Kirim Bantuan Logistik dan Petugas ke Korban Dampak Erupsi Gunung Semeru

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 06 Desember 2021, 13:56 WIB
kolaborasi dalam bentuk misi kemanusiaan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang menjadi korban dan terdampak erupsi Gunung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya