Kamis 01 April 2021, 18:40 WIB

Pelaku Teror Mabes Polri Gunakan Senjata Jenis Airgun

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Pelaku Teror Mabes Polri Gunakan Senjata Jenis Airgun

Antara
Polisi bersenjata berjaga di depan gedung Mabes Polri.

 

KEPALA  Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan jenis senjata yang digunakan pelaku teror Zakiah Aini di Mabes Polri merupakan jenis Airgun berkaliber 4,5 MM.

Kepastian itu diperoleh seusai Polri melakukan pendalaman dan pengecekan dari uji labfor atas sejumlah barang bukti, yang ditemukan dari jasad pelaku teror.

"Dari hasil pengamatan gambar senjata yang dipergunakan pelaku jenis pistol Airgun BB bullet call 4,5mm," papar Argo, Kamis (1/4).

Baca juga: Ini Kronologi Pelaku Teror Bisa Menembus Mabes Polri

Di sisi lain, lanjut dia, pihak kepolisian sampai saat ini masih melakukan penyelidikan soal asal-usul senjata Air Gun hingga dimiliki pelaku. 

Apalagi, pelaku telah meninggal dunia karena aksi terornya tersebut. Sehingga, diperlukan pendalaman untuk mengetahui darimana senjata itu diperoleh. "Asal senjata masih diselidiki. Karena yang bersangkutan sudah meninggal," imbuh Argo.

Senjata Airgun milik pelaku menggunakan gas Co2 sebagai pendorong peluru. Penggunaan Co2 ditancapkan dan dipasang pada bagian popor senjata. Airgun sendiri merupakan salah satu jenis senjata angin. 

Baca juga: Polda Metro Jaya Amankan 833 Gereja Jelang Jumat Agung

Mekanisme yang digunakan untuk menembak dengan memanfaatkan tekanan angin. Hal serupa bisa ditemukan pada senapan angin atau airsoft gun. Namun, terdapat perbedaan, yakni angin yang digunakan airgun adalah karbon dioksida (CO2). 

Peluru yang digunakan juga berbentuk bola kecil atau gotri yang terbuat dari logam. Berbeda dari airsoft gun yang menggunakan peluru dari plastik yang lebih ringan. 

Sehingga, airgun lebih memiliki kekuatan dan lebih berbahaya ketimbang airsoft gun. Jika ditembak dari jarak dekat, airgun bisa melukai atau bahkan mematikan orang.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

7.614 Sekolah di Jakarta Sudah Gelar PTM Terbatas

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 18:37 WIB
Dengan diterapkannya kebijakan PPKM level 2 di wilayah DKI Jakarta, durasi jam belajar siswa di sekolah selama PTM terbatas pun...
Antara

Harga PCR Turun, Wagub DKI: Warga Kian Mudah Bisa Tes PCR

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 17:51 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa harga tes PCR di Ibu Kota bakal segera turun. Adapun penurunan tersebut...
Antara

Soal Ganti Rugi Rusunami Petamburan, DKI Klaim Ikuti Putusan Pengadilan 

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:52 WIB
Diketahui, sejumlah warga yang tinggal di Rusunami Petamburan mengadukan Pemprov DKI ke Ombudsman, agar memberikan ganti rugi terkait...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya