Minggu 14 Maret 2021, 22:55 WIB

Bogor akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Pesan Satgas Covid-19

Cahya Mulyana | Megapolitan
Bogor akan Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Pesan Satgas Covid-19

Antara/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi sekolah tatap muka

 

KABUPATEN Bogor akan melakukan uji coba pemberlakuan pembelajaran tatap muka di 157 sekolah pada Senin (15/3). Pelaksanaanya mesti mengutamakan kehati-hatian dari penularan covid-19.

"Lakukan simulasi dengan hati-hati dan terencana dengan baik," tegas Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito kepada Media Indonesia, Minggi (14/3). 

Menurut dia, kehati-hatian dalam uji coba pemberlakuan belajar mengajar tatap muka sangat penting. Tujuannya supaya formulasi sekolah tanpa memicu penularan virus ini dapat tercapai. 

"Itu supaya bisa dapat formulasi yang paling tepat dan agar bisa produktif serta aman dari covid-19 atau tanpa ada penularan," pungkasnya.

Uji coba ini akan digelar di 157 sekolah mulai Senin (15/3). Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor, Nomor 443/202/Kpts/Per-UU/2021 tentang perpanjangan Pemberlakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro hingga 22 Maret 2021.

"Sudah satu tahun pembelajaran di Kabupaten bogor tersendat. Alhamdulillah Senin besok sudah uji coba untuk melakukan tatap muka,"ungkap Ucu Sunarya, Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Dia menyebutkan, uji coba sekolah tatap muka untuk semua tingkatan pendidikan yakni SD, SMP sederajat hingga SMA sederajat. Sebanyak 157 sekolah itu tersebar di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. 

Baca juga : Besok,157 Sekolah di Kabupaten Bogor Uji coba Belajar Tatap Muka

Ke-157 sekolah yang akan uji coba tersebut dalam sekolah yang lolos seleksi dari sekitar 200 sekolah yang mengajukan. "Uji coba ini diatur dengan prokes (protokol kesehatan). Mudah-mudahan semua gurunya minggu ini sudah divaksin. Tapi itu pun sangat ketat. Paling satu kelas 20 orang," jelasnya. 

Uji coba sekolah tatap muka itu belum bisa dilakukan untuk tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pihaknya ingin melihat dan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk tingkat SD dan SMP. 

"Tapi kalau PAUD belum bisa. Mereka nanti menunggu SD , SMP. Setelah dua bulan itu lancar, maka PAUD baru bisa masuk," kata Ucu.

Masih menurut Ucu, jika pada pelaksanaannya nanti ada kendala atau ada sekolah yang siswanya terkonfirmasi positif covid-19, maka sekolah tersebut akan ditutup lagi. "Kalau ada sekolah yang kena maka ditutup lagi. Kurang lebih dua minggu. Sekolah yang lain juga belum bisa masuk, kecuali yang 157 itu boleh masuk," ungkapnya. 

Diakuinya, proses belajar mengajar melalui daring selama ini memang banyak menemui kendala. Karena luasnya wilayah Kabupaten Bogor dan maaih banyak daerah yang blank spot atau tanpa akses internet.

"Di Bogor begitu luas dan banyak pegunungan-pegunungan black spot, sangat banyak. Ada sekolah yang sama sekali gak ada signyalnya. Saya kunjungan ke salah satu SMP di Jasinga, mereka tidak bisa belajar daring," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

DPRD DKI Kritik Studi Banding Jakpro Soal Formula E ke Arab Saudi

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:39 WIB
Karena harga tiket di Arab Saudi pasti jauh lebih mahal dari Jakarta untuk kelas tiket yang sama, sehingga menurutnya tidak ada gunanya ke...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Petani Desa Bojong Koneng Puluhan Tahun Garap Lahan Sentul

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:30 WIB
Di atas lahan seluas 3 hektare, warga menggarap lahan itu untuk bercocok tanam pertanian dan...
Medcom.id.

Kronologi Aksi Pemerkosaan Anak dan Pemerasan di Tangerang

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:19 WIB
Korban dan pelaku juga sempat menjalani hubungan dengan berpacaran. Namun, pada 23 Januari 2022, korban memutuskan hubungan pacaran kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya