Senin 08 Maret 2021, 13:47 WIB

Anies Nonaktifkan Anak Buahnya yang Jadi Tersangka Korupsi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Nonaktifkan Anak Buahnya yang Jadi Tersangka Korupsi

MI/Ramdani
Gubernur DKI, Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan telah menonaktifkan Yoory C Pinontoan dari posisi Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Perusahaan tersebut adalah BUMD DKI Jakarta yang bergerak di bidang pembangunan properti seperti rumah DP Rp0.

Penonaktifan tersebut dilakukan setelah adanya penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (5/3).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Riyadi menyampaikan hal tersebut diputuskan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 212 Tahun 2021 tentang Penonaktifan Direktur Utama dan Pengangkatan Direktur Pengembangan Sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

"Pak Gubernur saat itu langsung mengambil keputusan untuk menon-aktifkan yang bersangkutan. Atas kasus tersebut, Yoory akan mengikuti proses hukum dengan menganut asas praduga tak bersalah," terang Riyadi dalam keterangan resmi, Senin (8/3).

Baca juga : Tingkat Kesembuhan dari Covid-19 di DKI Jakarta 96,3 persen

Untuk itu, Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Indra Sukmono Arharrys ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya paling lama tiga bulan terhitung sejak ditetapkannya Keputusan Gubernur, dengan opsi dapat diperpanjang.

Perlu diketahui, Yoory C Pinontoan telah menjabat sebagai Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya sejak 2016 setelah sebelumnya menjadi Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan meniti karir sejak tahun 1991.

Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembelian lahan untuk proyek Rumah DP Rp0. Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyidik dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi, untuk Program DP Rp0 Pemprov DKI oleh BUMD DKI Jakarta. Dari sembilan objek pembelian tanah yang diduga digelembungkan, salah satunya yakni pembelian tanah seluas 41.921 m2 yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, Tahun 2019.

Indikasi kerugian negara dari satu lahan itu mencapai Rp100 miliar. Sementara, diperkirakan dari pembelian sembilan objek lahan tersebut total kerugian negara mencapai Rp1 triliun. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

Anies Targetkan 95% Lansia Divaksin Sebelum Lebaran

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 13 April 2021, 15:58 WIB
Vaksinasi lansia ini akan terus dikebut untuk mempercepat tercapainya 'herd immunity' di...
Foto/Ist/Medsos

Pria Mengaku Pemulung Preteli Mobil di Parkiran Monas

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 14:56 WIB
Dalam video berdurasi itu tampak pria diminta keluar dari kolong mobil. Petugas Dishub yang memergoki aksi pria itu lalu mencecar sejumlah...
MI/Sayuti.

2021 Jakarta Masuk Kota Termahal di Dunia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 13 April 2021, 14:42 WIB
Jakarta masih berada di atas Mexico City, Mumbai, Vancouver, Sao Paulo, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya