Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kota Depok. Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Satu rumah berlantai dua terpantau roboh hingga rata dengan tanah. Anggota bidang Penanggulangan Bencana dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mengamankan lokasi dan melakukan evakuasi terhadap pemilik rumah yang roboh tersebut.
Adapun rumah yang roboh milik warga bernama Titin. Lokasinya di Jalan Muhlisin RT 001 RW 06 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Rumah mewah yang memiliki dua lantai itu ambruk seketika, beberapa material bangunan jatuh ke badan jalan.
Baca juga: BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta
Titin dan suami beserta anak-anaknya berada di lantai bawah saat rumahnya roboh. Mereka langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Titin dan keluarga berhamburan menyelamatkan diri di tengah hujan lebat dan angin kencang," jelas Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Romulo Hutauruk, Sabtu (20/2).
Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan Lebat, Warganet Ramai-Ramai Laporkan Banjir
Keluarga tersebut berusaha meminta bantuan kepada tetangga. Namun dikarenakan hujan lebat dan angin kencang, warga sekitar tidak berani keluar. "Tetangga baru keluar setelah hujan sudah tidak deras," imbuh Romulo.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ada beberapa rumah yang dikepung hujan deras dan mengalami kerusakan di wilayah Jalan Muhlisin, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Atap rumah terpantau beterbangan dna perabotan dapur berjatuhan ke lantai.
"Hingga saat ini, kami masih mendata dan menghitung kerugian yang diakibatkan bencana tersebut," pungkasnya.(OL-11)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved