Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyoroti beberapa perubahan zonasi yang terjadi di lapangan dan akan diputihkan melalui revisi Peraturan Daerah No 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTRPZ).
Pasalnya, Nova melihat di lapangan, perubahan-perubahan tata ruang berjalan tidak semestinya. Ia menyoroti kasus di Pluit, dalam satu perumahan, lahan yang seharusnya adalah ruang terbuka hijau (RTH) justru berubah menjadi sekolah swasta.
Menurutnya, untuk kasus ini tidak bisa begitu saja diputihkan.
"Warga di situ kehilangan hak untuk menikmati RTH yang juga daerah serapan air. Ini harus diselesaikan dulu masalahnya, jangan diputihkan dulu. Kenapa tiba-tiba RTH jadi sekolah swasta?" kata Nova saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (3/2).
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti rencana Pemprov DKI Jakarta yang ingin mengubah kawasan tertentu yang saat ini masih zona permukiman namun karena banyaknya usaha komersial lalu zonanya akan diubah menjadi zona komersial.
Ia meminta agar jika hal itu dilakukan, sinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI harus segera dilakukan. Sebab, pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi bangunan perumahan dan komersial akan berbeda.
"Iya di situ letaknya. Mereka kan sudah lama nih melanggar. Yang harusnya murni hanya perumahan, permukiman, mereka buat tempat usaha. Lalu unsur disinsentifnya harus ada. Kalau bisa mereka bayar pajak sebagaimana mestinya tempat itu komersial sejak mereka berdiri. Bayangkan berapa banyak uang negara, pendapatan daerah yang 'missed' karena melanggar itu," jelas anggota Fraksi NasDem itu.
Baca juga: Pengamat: DKI Harus Buat Rencana Tata Ruang Pulau G
Ia pun meminta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta detail dalam mengkaji perubahan zonasi ini. Nova meminta agar sebelum benar-benar membawa perubahan ini ke DPRD untuk dibahas, Dinas menerjunkan tim ke lapangan untuk melihat kondisi riil di lapangan.
"Ada banyak laporan yang saya dapat seperti tiba-tiba di bawah sutet (saluran udara tegangan tinggi) ada ruko berizin. Harusnya kan tidak sembarang ada bangunan di bawah sutet. Nah, ini harus ada tim teknis. Kalau perlu ditertibkan ya tertibkan, jangan semua diputihkan," tukasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta Heru Hermawanto memastikan perubahan Perda Nomor 1/2014 akan dilakukan secara komprehensif, khususnya mengenai optimalisasi pengelolaan aset berkepemilikan Pemprov, optimalisasi zonasi sarana, pengelolaan tata air dan NCICD, pemanfaatan zonasi laut, kawasan pesisir Jakarta Utara, persampahan dan pengelolaan limbah.
Selain itu revisi perda ini juga memuat pengembangan jalur antartransportasi seperti Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ) hingga Light Rail Transit (LRT), pengelolaan Rumah Susun (Rusun) dan juga pemanfaatan jalur hijau.
“Jadi masalah jalur hijau, semua hal-hal yang menjadi masalah di masyarakat, pengembang, kebijakan pusat dan Pemprov juga sudah kita masukan dalam jangkauan pembahasan revisi perda RDTR ini. Cuma masalah berapa prosentasenya nanti akan kita bahas bersama DPRD, kita akan lakukan semua termasuk aturan-aturan administrasinya,” terang Heru.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Yusmada Faizal juga memastikan, perubahan perda Nomor 1/2014 nantinya akan mengoptimalkan aturan penataan kota hingga mereformasi aturan perizinan yang semakin kompleks.
“Jadi zona-zona itu yang harus kita payungi dalam perubahan perda (RDTR-PZ) ini. Ada hal-hal yang prinsip, apalagi ada 13 kelompok besar di mana ada 2 perizinan yang harus terbit pada saat perda 1/2014 dijalankan dan juga bottleneck yang harus dijawab dengan revisi perda,” ucap Yusmada.
Perubahan perda Nomor 1 Tahun 2014 diusulkan hanya akan dirombak sebanyak 130 pasal atau 19,34% muatan dari total 672 pasal. Sehingga, perubahan pasal tidak melebihi ketentuan 20% dan hanya akan dilakukan perubahan perda tanpa melalui proses pencabutan aturan.(OL-5)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Azis memaparkan data mengejutkan terkait tumpang tindih lahan desa dengan kawasan hutan. Dari total 83.462 desa di Indonesia, tercatat 36.095 desa berada di dalam kawasan hutan.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Kementerian ATR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat memperkuat fungsi kehutanan pada lahan-lahan milik PTPN I.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved