Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Banjir yang kerap melanda Jakarta kembali menjadi sorotan. Dampaknya tidak main-main: kemacetan parah, aktivitas ekonomi warga terganggu, hingga kerusakan berbagai infrastruktur vital.
Pengamat kebijakan publik Sugiyanto menilai bahwa banjir Jakarta bukan masalah baru. Sejak era kolonial Belanda, persoalan ini sudah menjadi bagian dari sejarah kota. Namun, kondisi saat ini semakin kompleks akibat degradasi lingkungan, alih fungsi lahan, dan tata ruang kota yang menyimpang.
"Banjir di Jakarta adalah persoalan struktural dan kultural yang berulang karena lemahnya penanganan jangka panjang," ungkap Sugiyanto dalam pernyataannya kepada Media Indonesia (8/7).
Menurutnya, diperlukan langkah-langkah strategis, konkret, dan berani untuk mengatasi akar permasalahan banjir secara sistematis dan berkelanjutan.
Sugiyanto menjelaskan, ada tiga faktor utama penyebab banjir di Jakarta:
Berikut adalah 15 rekomendasi langkah efektif yang dapat diterapkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang:
Pejabat yang terbukti gagal harus dicopot dari jabatannya. Evaluasi menyeluruh ini penting sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Pemilihan pejabat harus berbasis kompetensi teknis di bidang pengelolaan air, lingkungan, dan infrastruktur.
Sodetan Ciliwung dan Bendungan Ciawi–Sukamahi harus dievaluasi agar berfungsi maksimal dalam mengendalikan debit air dari hulu.
Tanggul laut di Jakarta Utara penting untuk menahan rob, terutama karena penurunan muka tanah yang terus berlangsung.
Melakukan pelebaran, pengerukan, dan penguatan tanggul sungai seperti Ciliwung, Pesanggrahan, dan Angke secara menyeluruh.
Pemindahan warga ke hunian layak harus dilakukan dengan pendekatan sosial dan komunikasi dua arah yang adil.
Pembangunan ruang tampungan air hujan di titik strategis juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
Penambahan serta otomatisasi pompa dan pintu air diperlukan agar respons terhadap kenaikan air lebih cepat.
Pemerintah harus membuat aturan tegas disertai sanksi, serta menggalakkan edukasi dan pengawasan lingkungan.
Eksploitasi air tanah mempercepat penurunan tanah. Regulasi izin pengambilan air harus diperketat, terutama untuk industri.
Drainase lama harus diperbaharui agar sesuai dengan proyeksi intensitas hujan jangka menengah dan panjang.
Pembuatan sumur resapan wajib bagi rumah dan gedung. Pemerintah dapat memberi insentif dan panduan teknis.
Underground reservoir terbukti efektif di kota besar seperti Tokyo dan Kuala Lumpur dalam meredam banjir.
Perubahan pola pikir masyarakat adalah kunci keberhasilan jangka panjang dalam pencegahan banjir.
Banjir tidak akan terselesaikan tanpa kepemimpinan yang berani, konsisten, dan berbasis tata kelola yang baik.
Permasalahan banjir Jakarta hanya bisa diatasi melalui pendekatan terintegrasi antara kebijakan teknis, keberpihakan sosial, serta kesadaran kolektif masyarakat.
“Banjir bukan sekadar persoalan air, tapi juga soal keberanian mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang,” pungkas Sugiyanto.(Z-10)
HUJAN dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin (9/2) siang menyebabkan sebuah tanggul aliran Sungai Citalahab jebol dan meluapnya Sungai Ciseel.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Gerakan Jaga Jakarta Bersih libatkan 171 ribu warga bersama Pramono Anung dan Jusuf Kalla. Aksi rutin ini untuk cegah banjir dan kota nyaman.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
SEBANYAK 255 unit rumah di Dusun Gondang dan Dusun Tikung, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang banner luapan Kali Pacal, Rabu (4/2) malam.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved