Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

RS Lapangan Bogor Resmi Dioperasikan

Dede Susianti
18/1/2021 14:16
RS Lapangan Bogor Resmi Dioperasikan
RS Lapangan Bogor(Humas Pemkot Bogor)

PEMERINTAH Kota Bogor kembali berinovasi dalam menangani virus korona (covid-19) dengan meyediakan rumah sakit lapangan.

Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor yang memanfaatkan wisma atlet di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran di Jalan Pemuda ini kini sudah mulai beroperasi.

Peresmian operasionalisasi rumah sakit tersebut dilakukan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Kepala Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mewakili Kepala BNPB Doni Monardo, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Wakil Ketua DPD Jabar Ahmad Ruyat, disaksikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui zoom, Senin ( 18/1).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, penyedian RS lapangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang saat ini kondisinya darurat.

Dimana dirinya setiap hari menerima keluhan dari warga yang kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan karena kondisi rumah sakit-rumah sakit di Kota Bogor yang penuh seiring dengan melonjaknya terus pasien covid-19.

"Bed okupansi dengan rasio sangat jauh di atas normal. Jadi apa pun yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Kalau angka rasio jauh di atas, mutlak dilakukan penambahan. Penambahan tempat tidur, penambahan alkes dan fasilitas layanan lainnya,"kata Bima.

Karena kondisi yang ada, penyediaan rumah sakit lapangan ini, dilakukan dengan kejar target. Bima mengatakan, dengan kecepatan respon dan dukungan dari BNPB dan berbagai pihak, RS Lapangan Kota Bogor tuntas dalam waktu dua minggu saja.

" BNPB yang sigap merespon, tidak berbelit-belit, langsung taktis. Hanya dua minggu menuntaskan rumah sakit ini. Ini sudah sistem dan semua SOP dipenuhi,"ungkapnya.

Bima menjelaskan yang dilayani di Rumah Sakit ini adalah khusus untuk pasien covid dengab gejala ringan yang dengan komorbid.

"70 persen warga Kota Bogor dan 30% ruang untuk luar Kota Bogor. Karena memang rumah sakit ini tidak bisa dibatasi. Tetapi kami ingin warga Kota Bogor diprioritaskan di sini,"jelasnya.

Di RS Lapangan Kota Bogor ini, secara keseleruhan totalnya ada 64 tempat tidur. Dengan 56 tempat tidur di ruang perawatan dan ada 8 IGD dengan 44 perswat, 10 dokter spesialis dan 10 dokter unum.

Baca juga : Kematian Covid-19 DKI Meningkat 52% Sepekan PPKM, Ada Apa?

Perawatan pasien di rumah sakit tersebut sesuai standar RSUD Kota Bogor. Adapun fasilitas-fasilitas yang ada di Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor yakni rawat inap, faislitas lab, PCR swab berulang, rontgen radiologi, spesialis paru, speesialis penyakit dalam, fisioterapi dan radiologi.

Melalui zoom, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) menyampaikan apresiasinya dengan inovasi Pemkot Bogor dengan menyediakan rumah sakit lapangan tersebut.

"Saya apresiasi rumah sakit lapangan ini. Bersiap-siap juga pak Bima, jika kasus meningkat untuk membangun rumah sakut lapangan lain mulai dari sekarang. Kita riset untuk tempat yang bisa dikonversi untuk perawatan. Saya apresiasi kepada BNPB, SDM,"ungkap Kang Emil.

Hal senad juga diungkapkan Wakil Ketua DPD Jabar Ahmad Ru'yat. " Apresiasi kami atas inovasi yang sangat solutif untuk penanganan covid-19 di Kota Bogor,"katanya.

Sebelum meresmikan dan secara simbolis membuka operasional RS Lapangan Kota Bogor, Doni Monardo dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Pusdiklat BNPB Berton Panjaitan mengatakan, peresmian rumah sakit lapangan itu wujud nyata kepada keselamatan warga Bogor dan tenaga kesehatan.

"Ini wujud nyata pada keselamatan warga, khususnya warga Bogor dan tenaga kesehatan. Untuk menampung, mengobati, mengobservasi,"katanya.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan Pemkot Bogor ini patut dicontoh oleh pemda-pemda yang lain untuk menggunakan fasilitas publik, fasilitas negara.

"Kami juga minta pemprov untuk mengembangkan rumah sakut lapangan. Penanganan covid-19 ini perlu juga kita manfaatkan kearifan lokal,"pungkasnya.(OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya