Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SEORANG pengemudi ojek daring menemukan jasad petugas kepolisian yang tergeletak di jalan.
Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Stefanus Michael menjelaskan kronologi penemuan jasad polisi berinisial Briptu ABW. Jasad korban pertama kali dilihat seorang pengemudi ojek daring di Jalan Sapi Perah, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, sekitar pukul 04.30 WIB.
"Pengemudi ojek online yang melintas jalan tersebut melihat sosok laki-laki tergeletak di pinggir jalan," ujar Stefanus, Kamis (17/9).
Baca juga: Ini Aturan Terkait Ojek Daring Selama PSBB Jilid II
Warga sekitar kemudian mengimbau pengemudi ojek daring untuk melapor ke Polsek Cipayung. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Adapun jasad korban sudah divisum untuk mengetahui penyebab kematian. "Kita menunggu hasil olah TKP dan penyebab kematian menunggu hasil visum,” terang Stefanus.
“Kami masih mengumpulkan saksi-saksi, fakta-fakta dan bukti-bukti di TKP saat ini," imbuhnya.(OL-11)
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
Aparat di lapangan agar lebih persuasif dan humanis, serta tidak bertindak brutal dalam mengamankan warga
PP KAMMI menilai insiden pelindasan seorang peserta aksi oleh polisi menggunakan mobil taktiks Baracuda menambah panjang daftar tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
LBH Jakarta menegaskan aparat kepolisian harus menjamin kebebasan berekspresi dan tidak bersikap represif dalam menghadapi gelombang aksi massa dalam unjuk rasa di DPR dan wilayah Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved