Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bogor Bima Arya menyebut dirinya tidak setuju dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang tidak matang.
"Tindakan lockdown terhadap aktivitas ekonomi warga tanpa cukup sumber daya dan logistik, saya kira tidak pas," ujar dia dalam diskusi daring Radio Smart FM, Sabtu (12/9).
Apalagi, tambah dia, belajar dari PSBB di awal pandemi saat jumlah personel pengawas yang terdiri dari Dinas Satpol PP, TNI , dan Kepolisian hanya sekitar 200 orang. Kemudian, sisi ekonomi kesulitan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bogor yang tidak cukup.
Baca juga: Bima Arya Akui Mayoritas Warga Bogor tidak Paham Covid-19
"Pemprov, Kementerian komitmen tidak (membantu), kan belum tentu. Jadi banyak yang harus kita perhitungkan," kata dia.
Jadi, Bima meminta adanya konsistensi dari berbagai pihak jika PSBB total dilakukan di Bogor. Jika tidak, Bima lebih menyarankan PBB mikro yang lebih bisa dikontrol.
"Kita fokus di mikro, RT siaga, jadi drop logistik di sana," saran dia. (OL-1)
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan kembali mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjalani retret di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, meminta seluruh kepala daerah untuk turun langsung mengawal kebijakan
Wamendagri, Bima Arya, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Kupang dalam kunjungannya ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang.
Saat ditanya apakah Sudewo bakal dipanggil ke Kemendagri, Bima menyebut pihaknya masih melakukan komunikasi.
Opsi pemilihan kepala daerah tersebut harus didalami serius oleh lintas kementerian
Pemerintah dan DPR sebagai pembentuk undang-undang sudah melakukan proses revisi Undang-Undang Pemilu.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved