Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PABRIK balon gas di Kota Depok meledak mengakibatkan seorang pekerja meninggal dan dua lainnya mengalami luka bakar hebat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metropolitan Kota Depok Komisaris Polisi Wadi Sa'bani mengatakan, ledakan tabung balon gas terjadi di Kampung Kekupu RT 005/RW 05 Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.
"Satu orang meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (1/9) malam pukul 20.45 WIB itu," kata Wadi dihubungi, Rabu (2/9).
Berdasarkan KTP korban yang meninggal dunia adalah Ramdani, warga Pancoranmas, yang merupakan penjual balon gas.
Adapun dua korban lainnya mengalami luka parah. Mereka adalah bernama Yama yang merupakan bos balon gas dan Dimas yang merupakan karyawan balon gas.
Yama, tutur dia mengalami luka kaki sebelah kiri dan bagian wajah. Sedangkan Dimas mengalami luka di kaki kanan hancur. “Kedua korban luka dirawat di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan,” kata Wadi.
Awal mula kejadian, jelas Wadi ketika ketiga korban sedang melakukan pengisian tabung gas dengan campuran karbit dan alumunium foil. Kedua bahan dicampur untuk mendapatkan gas hidrogen guna pengisian gas pembutan balon.
Ketika korban mencampur karbit dan alumunium foil di dalam tabung dan mengocok tabung gas tersebut. Diduga tidak dilakukan penyiraman dengan air sehingga menyebabkan tabung gas menjadi panas dan meledak. Suara ledakan keras membuat getaran yang cukup kuat ke rumah warga sekitar.
Kini polisi masih menyelidiki kasusnya. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. “Sudah ada tiga orang saksi yang diperiksa. Sedangkan untuk korban luka masih dirawat di RS,” pungkasnya (OL-13)
Baca Juga: Sidang Tuntutan Lucinta Luna Digelar Hari Ini
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved