Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menuturkan bahwa pandemi covid-19 saat ini lebih berbahaya daripada kondisi perang.
Hal itu ia sampaikan di akun YouTube Pemerintahan Provinsi DKI dalam Rapat Evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat RW yang diunggah pada Jumat (21/8).
"Virus covid-19 lebih bahaya daripada perang antarnegara. Kita harus membayangkan sesungguhnya suasana saat ini lebih dari perang," kata Ariza.
Menurutnya, virus covid-19 tidak bisa dilihat secara kasat mata yang berbeda dengan kondisi perang. "Di mana saat berperang musuh dan senjata bisa terlihat secara langsung," lanjut Ariza.
Baca juga: Anies Minta Kontribusi Pramuka dalam Penanganan Covid-19
"Kalau perang kita tahu kekuatan lawan, jumlah tentara, peluru, posisi lawan di mana. Tapi selama pandemi korona, kita tidak dapat mengetahui berapa jumlah virus yang ada. Seperti apa kekuatanya dan bagaimana menyerangnya," tukas Ketua DPP Gerindra
Ia menambahkan bahwa musuh itu (covid-19) ada di sekitar kita. "Mungkin ada di dalam tubuh. Jakarta belum aman. Perlu ada langkah yang ekstra," pungkasnya. (OL-14)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Hafitar, siswa SD yang viral karena berangkat sekolah sendirian dengan kereta dari Tangerang menuju Klender
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pihaknya mendukung reuni akbar 212 yang akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Selasa (2/12).
Indonesia dan Pakistan sudah memiliki hubungan persahabatan sejak sebelum kemerdekaan.
Rano mengatakan, rekomendasi percepatan program pengentasan stunting atau tengkes membutuhkan pendekatan spesifik di berbagai wilayah.
Masyarakat Betawi biasanya andilan untuk membeli kerbau sebulan sebelum Lebaran. Kerbau itu dipelihara hingga dua hari jelang Lebaran, kerbau tersebut dipotong dan dibagikan.
Bau yang keluar dari RDF karena masih adanya sejumlah peralatan yang belum beroperasi maksimal. Wagub meminta perbaikan dilakukan dalam waktu satu pekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved