Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Erdian Aji Prihartanto alias Anji telah diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin (10/8).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan ada poin penting yang disampaikan Anji saat pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Namun, Yusri enggan membeberkan poin tersebut lantaran termasuk dalam materi penyidikan.
“Dia menyampaikan ada poin-poin penting yang tidak bisa disampaikan. Intinya, bahwa dia mengetahui obat tersebut untuk membantu masyarakat di tengah covid-19 ini," tutur DI markas PMJ, Selasa (11/8).
Yusri mengatakan Anji diperiksa hampir 10 jam dan disodorkan 45 pertanyaan atas kasus tersebut.
"Dia mengakui bahwa memang akun tersebut milik dia dan juga yang bersangkutan mewawancarai inisial HP pada saat itu di daerah Provinsi Lampung di Pulau Tegal Mas," paparnya.
Baca juga: Klaster Covid-19 di Perkantoran, 49 Perusahaan Ditutup Sementara
Seperti diketahui, Anji akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus PMJ. Anji yang didampingi pengacaranya datang sekitar pukul 10.15 WIB, Senin (10/8).
“Dari 45 pertanyaan, yang jelas perta- nyaan di awal adalah tentang identitas saya. Tentang akun atau channel saya, channel Duniamanji, lalu tentang kronologi kejadian ketika wawancara. Intinya adalah materi pokok perkara,” kata Anji.
Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan oleh CEO Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke PMJ, pada Senin, (3/8) silam.
Anji diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong terkait dengan konten Youtube yang memuat wawancara tentang obat covid-19 bersama Hadi Pranoto.
Muannas pun ikut dilaporkan Hadi atas kasus tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik. Laporan bernomor LP/4648/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ itu dibuat kuasa hukum Hadi, Muhammad Nur Aris, Kamis (6/8) malam. (OL-4)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved